Showing posts with label macem-macem. Show all posts
Showing posts with label macem-macem. Show all posts

Srikandi




Sedikit beralih dari dunia travelling, kali ini saya akan membuat tulisan tentang Srikandi. Siapakah Srikandi? Seringkali Srikandi sering digunakan sebagai kata ganti untuk para wanita yang mempunyai peranan penting, atau prestasi tertentu misalkan atlet, ilmuwan, atau tokoh wanita Indonesia yg mampu berprestasi. Kenapa Srikandi? sedikit saya akan memberikan sedikit penjelasan yang saya tahu mengenai Srikandi, yang merupakan salah satu tokoh pewayangan yang terkenal di Indonesia. 

Srikandi, yang bernama lengkap Dewi Wara Srikandi merupakan anak dari Prabu Drupada dan Dewi Gandawati yang dilahirkan dengan normal.  Srikandi mermpunyai dua saudara yaitu Dewi Dropadi dan Drestadyumna. Kedua saudaranya lahir dari puja semedi, Dewi Dropadi melalui bara api pemujaan sementara asapanya menjadi Drestadyumna.

Srikandi adalah wanita pemberani dan cekatan. ia sangat pandai memainkan panah. Kepandaiannya berolah senjata panah tersebut didapatkan dari Arjuna, dalam kisah Srikandi Ajar Manah.

Ketika dewasa Srikandi dilamar oleh Prabu Jungkung Mardeya raja dari Paranggubarja tetapi Srikandi menolaknya karena ia lebih mencintai Arjuna. Arjuna pun jatuh cinta kepada Srikandi muridnya, dan kemudian melamar Srikandi. Walaupun Srikandi diam-diam telah jatuh cinta kepada Arjuna gurunya, ketika dilamar Srikandi tidak menerima begitu saja lamaran Arjuna, melainkan mengajukan dua syarat kepada Arjuna. Syarat yang pertama Arjuna harus bisa membangun taman Maerakaca (Sekarang dijadikan nama taman di Semarang). Syarat yang ke dua, Arjuna harus dapat mencarikan sosk wanita yang dapat mengalahkan dirinya.

Untuk memenuhi permintaan Srikandi Arjuna mengajukan isterinya yaitu Dewi Larasati. Dewi Larasati ini sangat mahir memainkan senjata panah karena sudah dilatih oleh Arjuna. Perhitungan Arjuna tepat, Dewi Larasati dapat mengalahkan Srikandi. Setelah kedua syarat tersebut dipenuhi, Dewi Srikandi pun bersedia menjadi istri Arjuna.

Setelah bergabung dengan Pandawa dan resmi menjadi isteri Arjuna, Srikandi menjadi salah satu senopati andalan negara Amarta. Ia mendapat tugas mengamankan seluruh penghuni kasatrian Madukara, tempat tinggal keluarga besar Arjuna.

Tetapi sayang, sebagai wanita Srikandi tidak dikaruniai anak dari Arjuna.



Dalam perang Baratayuda Srikandi adalah satu-satunya senopati wanita dari pihak Pandawa. waktu itu ia melawan Senopati Hastinapura yang saktimandraguna yaitu Resi Bisma. Dalam perang tanding Srikandi berhasil mengalahkan Resi Bisma. Inilah mengapa ketika menyebut wanita-wanita yang pemberani,cekatan, maupun berprestasi, tidak jarang nama Srikandi dicatut sebagai lambang hal tersebut. 

Lain wayang jawa, lain pula Mahabarata versi India. Sedikit menceritakan tentang Srikandi versi India.   

Shikandi adalah seorang tokoh dalam wiracarita MAHABHARATA. Putra Drupada, ia berjuang dalam perang Kurukshetra di pihak Pandawa. Dia telah lahir di masa sebelumnya sebagai seorang wanita bernama Amba, yang ditolak oleh Bisma untuk menikah.

Karena merasa terhina dan ingin membalas dendam, Amba melakukan tapa dan penebusan dosa besar dengan keinginan untuk menjadi penyebab kematian Bisma. Amba kemudian dilahirkan kembali sebagai Shikhandini (wanita).

Dari dia lahir,terdengar suara dewata yang memerintahkan kepada ayahnya untuk membesarkannya sebagai anak laki-laki. Jadi Shikhandini dibesarkan seperti pria dan mengganti namanya Shikhandi, terlatih dalam peperangan dan akhirnya menikah.

Pada malam pernikahannya, istrinya menghinanya pada saat menyadari kenyataan sebenarnya. Dengan maksud untuk bunuh diri, ia melarikan diri dari Pancala, tetapi diselamatkan oleh seorang Yaksha yang bersedia untuk menukarkan kelaminnya dengan Shikhandi .

Shikhandi kembali ke keraton sebagai seorang pria dan telah menikah hidup bahagia bersama istri dan punya anak juga. Setelah kematiannya, kejantanannya dikembalikan kepada Yaksha dan Shikhandi mati sebagai wanita.

Dalam pertempuran di Kurukshetra, Bisma mengenalinya sebagai titisan dari Amba yang terlahir kembali, dan tidak ingin untuk melawan 'seorang wanita', sehingga dia menurunkan senjatanya. Mengetahui bahwa Bisma akan bereaksi demikian terhadap Shikhandi, Arjuna bersembunyi di belakang Shikhandi dan menyerang Bisma dengan tembakan anak panah yang mematikan.

Jadi, hanya dengan bantuan Shikhandi, Arjuna mengalahkan Bisma, yang telah hampir tak terkalahkan sampai saat itu. Shikhandi akhirnya dibunuh oleh Aswatama pada hari ke-18 pertempuran.

Demikian sedikit cerita tentang Srikandi yang diolah dari berbagai macam sumber. Srikandi merupakan salah satu tokoh pewayangan wanita yang terkenal akan kepintarannya memanah. Lain kali akan diulas mengenai tokoh wayang yang lain. Mohon maaf apabila terdapat berbagai salah kata atau cerita :)

Drupadi istri siapa ??


Ide membuat tulisan kali ini datang dari seorang teman yang tiba-tiba mengirim pesan kepada saya, dan bertanya kepada saya, "Siapakah suami dari Drupadi ?? ", karena memang saya sendiri agak samar mengetahui tokoh wayang yang satu ini. Ada satu cerita yang saya tau, bahwa Dewi Drupadi merupakan istri seorang Yudhistira, ternyata cerita tidak sampai di situ. Karena cerita yang saya ketahui merupakan sebuah cerita Mahabarata versi jawa, yang disadur dari India. Alhasil mulailah saya mengingat dan mencari tau ttg sosok dewi yang satu ini.


Puteri cantik keturunan Dewi Api ini merupakan seorang anak dari Prabu Drupada yang merupakan raja kerajaan Pancala. Singkat cerita, Drupadi dijadikan hadiah sayembara lomba memanah yang diadakan oleh ayahnya. Para peserta dari seluruh negeri pun berkumpul mengikuti sayembara ini, termasuk para Pandhawa dan Karna.  


Para peserta pun mencoba untuk memanah sasaran di arena, namun satu per satu gagal.Karna berhasil melakukannya, namun Drupadi yang puteri seorang raja menolaknya dengan alasan bahwa ia tidak mau menikah dengan putera seorang kusir, padahal sebenarnya Karna merupakan anak dari Kunti yang juga ibu dari Pandhawa. Karna pun kecewa dan perasaannya sangat kesal. Setelah Karna ditolak, Arjuna tampil ke muka dan mencoba memanah sasaran dengan tepat. Panah yang dilepaskannya mampu mengenai sasaran dengan tepat, dan sesuai dengan persyaratan, maka Dewi Drupadi berhak menjadi miliknya. Pandhawa pun pulang dengan hadiah yang diperolehnya. Sesampai dirumah, tanpa mengetahui hadiah sayembara tersebut, Kunthi pun meminta agar hadiah tersebut dibagi secara rata kepada kelima Pandhawa. Ketika akhirnya tau, Kunthi pun tidak ingin berbohong dan menarik kata-katanya, akhirnya Drupadi pun menjadi istri Pandhawa. Drupadi bergiliran setiap setaun menjadi istri kelima Pandhawa tersebut. Drupadi memiliki keturunan dari kelima Pandhawa yang diberi nama Pancawala :
  1. Pratiwinda (dari hubungannya dengan Yudhistira)
  2. Sutasoma (dari hubungannya dengan Bima)
  3. Srutakirti (dari hubungannya dengan Arjuna)
  4. Satanika (dari hubungannya dengan Nakula)
  5. Srutakama (dari hubungannya dengan Sadewa)

Cerita yang saya paparkan tadi merupakan cerita versi India dimana memang poliandri menjadi hal umum disana. Namun ketika masuk ke daerah Jawa dimana hal ini tidak lazim, Drupadi menjadi istri Yudhistira saja. 


Demikian sekilas tulisan mengenai Drupadi, mungkin ada yang salah atau kurang tepat bisa didiskusikan lagi. Dunia Wayang memang selalu menarik :)

time travelers got caught on camera!

well..actually i don't know if this picture was true or not. We always wondering about time travel. Maybe it's exciting if we can travel around time forward and backward. You can believe this or not but here is the list of the three most recent puppies you can call pieces of evidence for time travel or you cannot.

1. Printed T-shirt, Sun Shades and Multi Zoom Camera in 1940


This photo is officially available at one of Canadian museum's website. It features a scene from the re-opening of a freshly reconstructed bridge, back in 1940. I think you can easily find on this photo someone who looks like to be not a very good fit for 1940s, wearing a printed T-shirt which got patented and went in mass production not earlier than 1960s, eyeshades that just appeared at that time, but didn't get that form factor yet and holding something that appears to be a camera with lens that were not introduced earlier than late 1950s. And also he is taller than anyone else there. What's that - a coincidence? Look closely once again


2. A PDA, Laptop, and Cell Phone Over 70 Years Ago

Second one comes from Russia. They have beautiful subway stations in big cities like Moscow that were previously build by communist leaders' personal orders and were thought to become pieces of artwork to awe the tourists and simple Soviet people who came to Moscow from smaller Russian towns. People say that they really hold their breath when found themselves for the first time inside a Moscow metro. And on one of the stations there is something that can get to hold your air even nowadays. This large mosaic panel features some scene from early Communist age of Soviet Empire, it stays there untouched already for 70 years, since early 1930s and look what they've got there!


look closely once again

Someone holding something looking like a touchscreen PDA with a bigger laptop ahead of him talking on cell phone?

3. An Astronaut in 1700

If you still can say I didn't get you think those two above can be for real and rather just some pure coincidence, bad angle and wild imagination result, then I've got one real smoking gun for ya. Look at this one, please. Found on one of the pillars of Salamanca Cathedral, a church that was started in 16th century and completed in later 18th century, way before the glorious age of modern day space exploration era. Some might say it was added later or a result of a bad joke, but listen, is that really easy to add something to a cathedral that is being considered a historical relic and nobody is let to alter its look, especially with such unholy plot lines.


the bigger picture


it's up to you to believe it or not. This things amazed me.

original site

Children and War

At this age...they are not supposed to do this...






make peace..not war..

The Scale of the Universe

I found it in the internet...A simple flash video that shows the scale of the universe..interesting ones..

 

we are so small



Amazing pictures by an autistic artist

Post again !! after a long time..

Stephen Wiltshire, who was diagnosed with autism at the age of three, memorised the appearance and position of hundreds of London’s buildings in exact scale during a helicopter ride along the Thames.

This is his picture :


He did not refer to notes, preliminary sketches or photographs and his drawing includes the precise number of skyscraper floors.

Mr Wiltshire, who was set the challenge by Channel Five for its documentary, Extraordinary People: The Human Camera, said he was ‘thrilled’ with the result.

The artist, who received an MBE for his services to art in 2006, has a gallery in Pall Mall.

The challenge marks another chapter in his remarkable life, 30 years after being diagnosed as autistic.

As a child, he was unable to speak and threw tantrums in frustration at not being able to make himself understood.

His family say that the only thing that seemed to comfort him was being given a pencil and paper.

Aged six, he shocked a family friend by drawing an accurate sketch of the facade of the department store Selfridges in a style well beyond his years.

At eight he sold his first drawing, of Salisbury Cathedral, which motivated him to communicate with others and gave him the ability to lead an independent life.


Another picture from him :

A great work from a great man..

source

Nuke Blast

these are the biggest nuke explosion that ever happen in our beloved earth...

1. Canopus Bomb




this photo taken in Fangataufa, July 3, 1970 by French army . This bomb codename is Canopus, and have a strength of 914 kt explosion.



2. Upshot-Knothole Operation




Upshot-Knothole operation was held in Nevada Proving Ground between March 17 and June 4, 1953, to test a new type of bomb that use theory of fission and fusion. The house in the picture is 3500 feet from the center of explosion. The camera itself is protected by 2 inch layer so it won't be blown away by the explosion. It only takes 2,6 second for the bomb to reach that house.

3. Crossroads Operation



July 1, 1946 in Marshall Islands, this operation called Crossroads Operations. An explosion-shaped mushroom / fungus occurs in the North Pacific Ocean, and it is the first explosion of 2 explosion in the Crossroads operation. German and Japan warships were also can be seen in this picture.


4. Bravo Bomb




Bravo bomb testing is the worst in U.S. history because of the disaster caused by the radiation. An error happen because the U.S. make a wrong calculation about the weather condition.


5.Trinity Bomb




Trinity bomb was the first atomic bomb test held by U.S government. This test was taken on July 16 1945, 55 miles towards the southeast of Socorro, New Mexico, which is now the White Sands Missile Range. His brother, the "Fat Man" was the bomb that being dropped in Nagasaki, using the same concept as this one. The strength of this bomb is "only" 20 kiloton.


6. Badger Bomb



The strength of this bomb is 23 kiloton. This pic was taken on April 18 1953 at the Nevada test site. This bomb was a part of Upshot-Knothole Operation.


7. Little Boy and Fat Man



Little Boy and Fat Man were the bomb that being used in Hiroshima and Nagasaki, Japan. This was the first atomic bomb attack from US to Japan with a legal permission from former US President, Harry S. Truman. Little boy explode in August 6 1945 and Fat Man 3 days after that. This two atomic bomb attack make 200.000 people died and end Japan resistance ini World War 2


*taken from various resources

Semarang kaline banjir..

hujan lebat yang melanda kota Semarang selama kurang lebih dua hari dari Sabtu(7 Februari 20009) hingga Minggu kemarin(8 Februari 2009) mengakibatkan kota saya yang satu ini lumpuh jalur darat maupun udara. Genangan air di kota lama membuat stasiun Tawang berhenti beroperasi, air dimana-mana. Bandar udara Ahmad Yani pun tak dapat digunakan, pantura pun putus. Banjir memang sudah mengakrabi kota ini sejak jaman dahulu kala, antisipasi dari pemerintah pun menjadi tanda tanya buat saya, terlepas dari faktor alam itu sendiri.

Semarang kaline banjir, jo sumelang yen dipikir....Sepenggal lagu lantunan waljinah yang sering terdengar sejak dulu. Ya, semarang sebuah kota di pantai pesisir utara pulau jawa sejak jaman penjajahan dulu memang sudah terkenal bajirnya. Saya pun juga sudah sering dengan keadaan yg satu ini. Jadi singkat cerita rencananya kemarin minggu ini saya rencana balik ke Surabaya naek kereta, tapi karena stasiun tawang banjir,kereta delay akhrnya saya cancel, untuk membatalkan tiket tersebut saya harus kestasiun, alhasil saya dan bapak saya naek becak ke stasiun...uda lama jg ga naek becak bareng bapak..

beberapa foto pada saat naik becak ke stasiun tawang, maap gambarnya burem soalnya cuma pake kamera hape seadanya...

Stasiun Tawang

di dalam stasiun

Kantor pos besar kota Semarang

Polder Tawang

Itulah sedikit gambar yang sempat-sempatnya saya ambil pada saat hujan dan banjir kemaren, kurang kerjaan memang...:D

dan ini gambar Semarang pada saat jaman belanda dahulu, tetap dengan banjirnya..

ayo kapan ini banjir bisa ditanggulangi, kalo gini terus bisa ilang Semarang..

Pak BeYe


Beberapa waktu yang lalu ada sebuah berita yang menyebutkan bahwa pak Presiden kita, pak BeYe memperdengarkan lagu ciptaanya yng kalau tidak salah berjudul “Budi Temanku” di hadapan sekitar 4.500 penyuluh pertanian di kebun raya cibodas, cianjur, jawa barat, minggu (30/11). lagu itu bertutur tentang teman pak beye yang urung datang ke kota dan memilih menjadi petani dan ternyata bisa hidup sukses serta sejahtera. budi ini mungkin tokoh rekaan belaka karena sulit menemukan petani yang hidup sukses dan sejahtera di desa-desa di indonesia.

Memang boleh dibilang termasuk berita lawas, tetapi setelah diamati pak BeYe ini termasuk aktif mencipta lagu dan menyanyi pula. Jadi teringat pada saat dulu pak BeYe menyanyikan lagu “Pelangi di Matamu” milik grup musik Jamrud pada salah satu pagelaran acara di televisi. Sejak awal sebelum beliau terpilih sebagai presiden memang sudah hobi bernyanyi, terlepas dari apakah pada saat tersebut merupakan sarana kampanye beliau atau tidak. Namun nyatanya hingga saat ini pun presiden kita yang satu ini tetap gemar bernyanyi.

Karena memang sudah hobi pak BeYe untuk mencipta lagu dan bernyanyi maka tidak heran pada tahun 2007 yang lalu beliau mengeluarkan sebuah album yang berjudul “Rinduku Padamu” yang berisikan Sembilan lagu. Sembilan buah lagu dalam album bersampul biru itu yaitu rinduku padamu, kasih akupun rindu, mentari bersinar, kawan, dendang di malam purnama, mengarungi keberkahan tuhan, hening, kuasa tuhan, dan selamat berjuang. Di tengah kesibukannya sebagai presiden, beliau masih sempet mengeluarkan sebuah album. Salutt…semoga hal ini tidak mempengaruhi kinerja beliau sebagaii presiden.

Satu album mungkin dirasa kurang oleh beliau, maka pada tahun 2008 ini beliau mengeluarkan sebuah album lagi dengan judul “Majulah Negeriku” yang berisi sebelas lagu di mana lima di antaranya lagu baru yaitu: ku yakin sampai di sana, untukmu anak manis, gotong royong mbangun negoro, dan majulah negeriku. lagu rinduku padamu di album kedua ini dialihbahasakan ke bahasa inggris menjadi longing my love.

Album pak BeYe mungkin tidak sepopuler album grup band ungu, dmassiv ataupun yang lainnya. Tapi ketika anda berada di istana, lagu-lagu beliau sering diputar bahkan dinyanyikan oleh berbagai macam artis penyanyi, termasuk elfa’s singer yang namanya sudah tidak asing lagi ditelinga kita.

Pak BeYe selain mengeluarkan album juga mengeluarkan lagu tematis(single). Untuk menyambut peringatan 100 tahun kebangkitan nasional yang lalu pak BeYe juga mencipta lagu yang berjudul “Lorong Berujung”. grup musik kangen band didaulat untuk menyanyikan lagu sendu tersebut. Lagu yang berisi ajakan bersatu dalam segala kondisi, ditengah transisi yang panjang, ada harapan di ujung lorong.

Saat Indonesia menjadi tuan rumah UNFCCC, sebuah konferensi internasional yang membahas perubahan iklim global di Bali, pak BeYe juga menyumbangkan lagu dalam album khusus berjudul save our planet. Lagu yang diharapkan menjadi lagu tema UNFCCC itu dinyanyikan oleh elfa’s singer.

Ditengah kesibukan beliau yang luar biasa, pelarian beliau jika sedang penat kalau boleh saya bilang cukup positif. Seperti penuturan beliau kepada wartawati pada akhir tahun 2007, pak BeYe mengemukakan, bernyanyi dan mencipta lagu adalah satu-satunya pelariannya. karena itu, makin menekan rutinitas dengan pelik dan ruwetnya permasalahan yang dibawanya, makin kerap pelarian itu dicari. akibatnya, makin banyak pula lagu yang diciptakan pak BeYe.

Sampai sekarang pak BeYe sudah menciptakan lebih dari 20 judul lagu dalam 2 tahun. Hal yang mungkin bisa membuat musisipun terheran-heran karena banyaknya lagu yang beliau ciptakan. Pak BeYe juga seorang manusia biasa seperti kita pada umumnya yang dikala penat atau jenuh membutuhkan sebuah pelarian untuk menyegarkan kembali pemikiran kita. Asalkan hal tersebut positif dan tidak menggangu tugas utama sebagai seorang presiden, tidak masalah menurut saya. Mungkin dikala pensiun nanti beliau memutuskan jadi seorang penyanyi atau penyair dan bias kita lihat lagu dan video klipnya di televisi nanti..:D

*diolah dari berbagai macam sumber

NB: saya bukan simpatisan pak BeYe lho ya..:D

"Indonesia Jangan Sampai Besar"

INDONESIA adalah bangsa besar.Tanda kebesarannya antara lain lapang
jiwanya, sangat suka mengalah, tidak lapar kemenangan dan keunggulan
atas bangsa lain, serta tidak tega melihat masyarakat lain kalah tingkat
kegembiraannya dibanding dirinya.

Dari lingkaran katulistiwa, Indonesia memiliki 12,5%, dan itu lebih dari
cukup untuk menguasai akses angkasa, satelit dan wilayah otoritas
politik maupun perekonomian informasi dan komunikasi. Kita adalah a big
boss industri teknologi informasi sedunia. Tapi kita sangat rendah hati
dan mengalah. Kita tidak tega kepada "negara kecamatan" bernama
Singapura,sehingga kekayaan kita itu kita sedekahkan kepada tetangga
kecil itu.

Keluasan teritorial dan kesuburan bumi maupun lautan,kekayaan perut
bumi,
tambang- tambang karun, keunggulan bakat manusia-manusia Indonesia,
pelajar-pelajar kelas Olimpiade, kenekatan hidup tanpa manajemen,
ideologi bonek, jumlah penduduk, kegilaan genetik dan antropologisnya,
dan berbagai macam kekayaan lain yang dimiliki oleh "penggalan sorga"
bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia-sungguh- sungguh merupakan
potensi yang tak tertandingi oleh negara dan bangsa mana pun di muka
bumi. Tetapi, sekali lagi, kita adalah bangsa yang lembut hati dan jauh
dari watak "raja tega".
Kekayaan-kekayaan itu kita persilakan dikenduri oleh industri
multinasional dan orang-orang serakah: emas rojo brono diangkuti tiap
hari ke mancanegara. Dan itu bukan kekalahan, itu adalah kebesaran jiwa.

Kita bangsa yang kaya raya karena amat sangat disayang Tuhan sehingga
kita pesta sedekah dan infak. Rakyat kebanyakan ikhlas menderita karena
memilih surga dan toleran kepada sejumlah minoritas yang memang memilih
neraka.
Itu terkadang rakyat ikut rakus sedikit-sedikit, dengan pertimbangan tak
enak atau pekewuh kalau kita dari dunia langsung masuk surga tanpa
menengok saudara-saudara kita yang di neraka. Tak baiklah itu. Apa
salahnya kita mampir juga beberapa saat di neraka, ngerumpi dengan
handai tolan di sana. Pada suatu hari, TVRI, RRI, TNI, Polri, dan
berbagai mesin rumah tangga negara kita sewakan atau jual kepada
tetangga.

Berikutnya kita bercita-cita tak usah repot-repot menghabiskan ratusan
miliar untuk pemilihan presiden. Kita bisa mengontrak tokoh manajemen
dunia untuk memimpin negeri kita. Juga menteri-menteri kita kontrak dari
luar negeri, sebagaimana para pemain sepak bola. Dan puncaknya kelak,
MPR bisa mengambil keputusan untuk bikin proposal memohon kepada
Kerajaan Belanda agar berkenan memimpin kita lagi. Bangsa kita adalah
bangsa filosof. Kalau presiden kita kontrakkan dari Belanda atau
terserah negeri maju manapun kita persilakan memimpin, itu tidak berarti
kita berada di bawah mereka. Dalam teori demokrasi, rakyat selalu
tertinggi, presiden dan kabinet hanya orang yang kita upah dan harus
taat kepada kita.

Jadi, sesungguhnya bangsa Indonesia tetap di atas. Sebagaimana seorang
Imam salat diangkat oleh makmumnya, imam pada hakikatnya harus taat
kepada makmum. Yang memilih ditaati oleh yang dipilih, apalagi yang
dipilih itu digaji. Makmum yang memilih imam, tidak ada imam memilih
makmum. Sejak 200 tahun lalu, kekuatan bangsa Indonesia membuat dunia
miris. Maka perlahan-perlahan, terdesain atau tak sengaja terdapat
semacam perjanjian tak tertulis di kalangan kepemimpinan dunia di
berbagai bidang: jangan sampai Indonesia menjadi bangsa yang besar,
jangan sampai Indonesia menjadi negara yang maju.

Sebab potensi alam dan manusia tak bisa dilawan oleh siapa pun. Kalau
diberi peluang, masyarakat setan dan iblis pun kalah unggul dibanding
umat manusia Indonesia. Sedangkan orang Indonesia hidup iseng dan
sambilan saja dalam melakukan apa pun: setan-setan sudah semakin
terpinggirkan dan kehilangan pekerjaan. Kita pun sangat suportif kepada
kehendak dunia untuk mengerdilkan bangsa kita. Kita membantu sepenuh
hati upaya-upaya untuk mengerdilkan diri kita sendiri.

Sehari-hari, dalam pergaulan maupun dalam urusan-urusan konstelatif
tuktural, kita sangat rajin menghancurkan siapa pun yang menunjukkan
perilaku menuju kemungkinan mencapai kebesaran dan kemajuan bangsa
Indonesia.

Setiap orang unggul tak kita akui keunggulannya. Setiap orang hebat kita
cari buruknya. Setiap orang berbakat kita kipasi agar bekerja di luar
negeri. Setiap orang baik tak akan pernah kita percaya. Setiap orang
tulus kita siksa dengan kecurigaan. Setiap orang ikhlas kita santai
dengan fitnah.Setiap akan muncul pemimpin sejati, harus sesegera mungkin
kita bikin ranjau untuk menjebak dan menghancurkannya. Kita benar-benar
sudah hampir lulus menjadi bangsa yang besar. Dan puncak kebesaran kita
adalah kesediaan kita untuk menjadi kerdil.

EMHA AINUN NADJIB* *) Budayawan

Iseng-iseng

tulisan ini saya dapatkan dari sebuah forum.memang pertanyaanya agak jadul sih dan uda pernah,cman saya rasa cukup menarik buat iseng-iseng aja,hehe..



Dengan menjawab soal-soal di bawah ini akan terbukti bahwa berpikir
pendek sering mengecoh kita

Di bawah ini ada empat (4) pertanyaan dan satu bonus.

Jawablah semua tanpa banyak pikir.
Cuma boleh berpikir sedetik, jawab segera. OK?

Ayo cari tahu, seberapa pintar anda... .

Siap? GO!!! (gulung layar)

Pertanyaan pertama:

Anda ikut berlomba. Anda menyalip orang di posisi nomor dua.
Sekarang posisi anda nomor berapa?

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~

Jawaban:

Jika anda menjawab Nomor Satu, anda SALAH BESAR!

Jika anda menyalip orang nomor dua, sekarang andalah yang
ada di posisi nomor dua!

Jangan ngaco lagi, ya?

Sekarang jawab pertanyaan kedua, tapi jangan berpikir lebih banyak
daripada ketika menjawab pertanyaan pertama tadi, OK ?

Pertanyaan Kedua:

Jika anda menyalip orang di posisi terakhir, sekarang
anda di posisi??

(gulung layar)

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~

Jawaban:

Jika anda menjawab anda orang kedua dari terakhir, anda SALAH LAGI!!?

Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR?

Anda sebetulnya tidak terlalu pintar, 'kan ?

Pertanyaan ketiga:

Hitung-hitungan yang pelik! Catatan: kerjakan di pikiran anda saja.

JANGAN gunakan kertas atau pensil atau kalkulator.

Cobalah.

Ambil 1000 dan tambahkan 40 padanya.
Sekarang tambahkan 1000 lagi.
Sekarang tambahkan 30.
Tambahkan 1000 lagi.
Sekarang tambahkan 20.
Sekarang tambahkan 1000.
Sekarang tambahkan 10.
Berapa totalnya?

gulung layar.....

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~

Apakah hasilnya 5000?

Jawaban yang benar adalah 4100.

Kalau tidak percaya, cek dengan kalkulator!

Hari apes, 'kan?

Mungkin di pertanyaan terakhir anda bisa benar...
....Mungkin! !!

Pertanyaan keempat:

Ayah Mary punya lima anak:
1. Nana, 2. Nene, 3. Nini, 4. Nono

Siapa nama anak kelima?

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~

Apa anda menjawab Nunu?

BUKAN! Tentu saja bukan.

Anak kelima namanya Mary.

Baca lagi pertanyaannya!

Okay, sekarang ronde bonus:

SEORANG bisu pergi ke toko dan ingin membeli sikat gigi.

Dengan menirukan orang menggosok gigi, ia berhasil menyampaikan
keinginannya pada penjaga toko dan ia berhasil membeli sikat gigi...

Berikutnya, seorang buta masuk ke toko itu dan ingin
membeli kacamata hitam,
bagaimana DIA menunjukkan keinginannya?

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~

Langsung aja ngomong, dia kan gak bisu...



hehe..menarik aja sih,thx buat yang bkin gnian...maaf kalo repostand ga suka..

Menjelang Wafatnya Soekarno "The Missing Files"

beberapa waktu lalu mantan presiden kedua kita telah meninggal dunia dengan menyisakan berbagai macam kontroversi di sekitarnya.Berbagai macam cerita dan misteri belum terungkap semasa beliau menjabat sebagai presiden RI.

yang menarik yang saya cermati dari hal ini yaitu perlakuan yg berbeda disaat presiden pertama kita Soekarno sakit dengan Suharto yang saat ini telah meninggal dunia.tidak ada maksud apa-apa saya membuat tulisan ini.saya juga bukan sukarnois atau suhartois.saya memanggap keduanya orang yang telah berjasa bagi bangsa Indonesia dengan segala bumbu-bumbunya.saya menganggap mereka sebagai seorang mantan presiden RI,no more or less.

disni saya ingin berbagi cerita yang saya dapat disaat sakitnya presiden pertama kita,Ir Soekarno.

Menjelang Wafatnya sang Proklamator (1)

JAKARTA – Sembilan buku besar tertumpuk rapih di salah satu ruangan di rumah Rachmawati Soekarnoputri, Jl. Jati Padang Raya No. 54 A, Pejaten, Jakarta Selatan. Buku bertuliskan tangan itu berisi medical record (catatan medis) mantan Presiden Soekarno selama sakit di Wisma Yaso, Jakarta.
Ada pula tujuh lembar kertas tua yang warnanya sudah memudar kecokelatan. Ini juga menjadi bukti riwayat penyakit Bung Karno. Kopnya bertuliskan Institut Pertanian Bogor, Fakultas Kedokteran Hewan Bagian Bakteriologi, Djl. Kartini 14, telpon 354, Bogor. Tapi yang lebih membuat dahi ini berkernyit keras, nama pasien disamarkan. Misalnya, ada yang tertera namanya Taufan (salah seorang putra Soekarno).
Menguak peristiwa yang terjadi tahun 1965-1970 itu memang tidak mudah. Pada masa lalu
membicarakan masalah ini secara terbuka menjadi hal tabu. Maka tak heran jika sekarang
banyak orang, terutama generasi muda, tak mengetahui kebenaran sejarah tersebut. Namun kini, ketika semua mata dan seluruh perhatian tertumpah di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) sehubungan dengan sakitnya mantan Presiden Soeharto sejak 4 Januari 2008, rasa ingin tahu tentang masa lalu pun kembali mengusik. Itu semata-mata karena Soeharto dan Soekarno sama-sama mantan kepala negara. Adalah Rachmawati Soekarnoputri, putri ketiga Soekarno, yang sangat ingin menyerahkan catatan medis ayahnya kepada pemerintah. "Ini kalau pemerintah butuh data-data pendukung dan ingin melihat dari segi kebenaran, bukan hanya cerita fiktif," tutur Rachmawati kepada SH di kediamannya, Sabtu (19/1) sore. Maklum, seorang mantan menteri Orde Baru pernah berkomentar bahwa perlakuan terhadap Soekarno ketika sakit tidak sekejam itu. "Saya tak mau gegabah.
Ini bukan make up story, karena Kartono Mohamad saja (saat itu Ketua Ikatan Dokter Indonesia/IDI-red), mengatakan perawatan terhadap Bung Karno seperti perawatan terhadap keluarga sangat miskin," kata Rachmawati.
Di sore hari itu, Rachmawati tidak sanggup bercerita banyak. Ia hanya tersedu sedan, hal itu
sudah menggambarkan betapa getir kenangan yang dialaminya. Tetapi sebuah artikel yang pernah
dimuat SH pada 15 Mei 2006, memberikan gambaran lebih lengkap. "Seorang perempuan muncul di
Kantor IDI di Jakarta, awal 1990-an," demikian kalimat pertama artikel tersebut. Perempuan itu ingin bertemu Kartono Mohamad untuk menyerahkan 10 bundel buku berisi catatan para perawat jaga Soekarno. Namun jauh sebelum pertemuan itu, Kartono bertemu Wu Jie Ping, dokter yang pernah merawat Soekarno di Hong Kong. Wu mengungkapkan bahwa Soekarno "hanya" mengalami stroke ringan akibat penyempitan sesaat di pembuluh darah otak saat diberitakan sakit pada awal Agustus 1965, dan sama sekali tidak mengalami koma seperti isu yang beredar. Ini menepis spekulasi bahwa Soekarno tidak akan mampu menyampaikan pidato kenegaraan pada peringatan hari proklamasi 17 Agustus 1965. Dan nyatanya, Soekarno tetap hadir pada peringatan detik-detik proklamasi 17 Agustus itu di Istana Merdeka, lengkap dengan tongkat komandonya.

Diperiksa Dokter Hewan

Setelah kembali lagi ke Jakarta, Kartono menemui Mahar Mardjono, dokter yang tahu banyak soal stroke.
Rupanya Kartono tak hanya bercerita soal stroke, tapi juga rentetan kejadian yang dengan sengaja menelantarkan Soekarno. Maka bundel buku yang dibawa perempuan itu semakin menguatkan kegelisahan Kartono.
Namun Indonesia di awal 1990-an, kebenaran hanya boleh ditentukan oleh penguasa. Maka bundel buku itu hanya teronggok di meja kerja Kartono selama bertahun-tahun. Hingga kemudian, krisis moneter meledak.
Rakyat turun ke jalan dan Presiden Soeharto, yang telah berkuasa selama 32 tahun, dipaksa meletakkan jabatan. Indonesia berubah wajah. Kartono pun teringat onggokan buku itu.
Ia bergegas ke RSPAD, rumah sakit yang mempekerjakan empat perawat di Wisma Yaso.
Kartono berharap dapat menemukan mereka, agar bangsa Indonesia mendapat cerita yang lengkap
tentang tahun-tahun terakhir Soekarno. Namun menemukan Dinah, Dasih, J. Sumiati, dan Masnetty ternyata bukan hal mudah. Seorang di antara mereka meninggal, sedangkan yang lain sudah pensiun.
RSPAD pun mendadak tak memiliki file atau berkas dari para perawat ini.
Kartono kehilangan jejak. Upayanya untuk mencari medical record Soekarno gagal. Pihak RSPAD
mengatakan bahwa keluarga Soekarno telah membawanya. Ketika ini ditanyakan kepada
Rachmawati, ia hanya geleng-geleng kepala. "Tidak, tidak," jawabnya lirih.
Yang membuatnya semakin terenyuh, sebelum dibawa ke Jakarta, Soekarno ditangani oleh dokter
Soerojo yang seorang dokter hewan. Jejak ini terlihat dari berkas berkop Institut Pertanian Bogor, Fakultas Kedokteran Hewan Bagian Bakteriologi.
Bahkan setelah dipindah ke RSPAD karena sakit ginjalnya semakin parah, upaya untuk melakukan cuci darah tidak dapat dilakukan dengan alasan RSPAD tidak mempunyai peralatan. Catatan medis juga menyebutkan obat yang diberikan hanya vitamin (B12, B kompleks, royal jelly) dan Duvadillan, obat untuk mengurangi penyempitan pembuluh darah perifer. Perihal tekanan darah tinggi yang juga disebutkan dalam catatan medis, juga menyisakan tanya pada diri Rachmawati.
Setiap kali menjenguk sang ayah dan mencicipi makanannya, masakan selalu terasa asin. "Saya kecewa dengan semua perawatan itu. Ini sama saja dengan membiarkan orang berlalu," lanjut Rachmawati.
Seorang mantan pejabat di era Presiden Soekarno membenarkan terjadinya fakta seputar masa sakit Soekarno yang tersia-sia. "Tidak seperti sekarang ini, perawatan terhadap Soeharto. Sangat berbeda, padahal seharusnya semua mantan presiden berhak dirawat secara all out dan diongkosi oleh negara," katanya.
Purnawirawan perwira tinggi militer itu juga mengungkapkan, perlakuan seragam terhadap Soekarno berasal dari sebuah instruksi. "Yang memberi instruksi ya orang yang sekarang sedang dirawat itu," katanya.
Namun pria ini enggan dituliskan namanya. "Wah, kalau ditulis di koran saya pasti digangguin...," tuturnya dengan nada serius.


Menjelang Wafatnya sang Proklamator (2)

JAKARTA – Selembar foto hitam putih menguak penderitaan Soekarno ketika tergolek sakit di
Wisma Yaso, Jakarta, 15 hari sebelum ia wafat. Kedua pipinya terlihat bengkak, gejala fisik pasien gagal ginjal.
Matanya sedikit terbuka, tapi tanpa ekspresi. Raut wajahnya menampak kepasrahan yang begitu dalam.
Soekarno terlihat berbaring di atas sofa berukuran sempit dengan sebuah bantal.
Kedua tangannya dicoba ditangkupkan. Siapa sangka, pria gagah inilah sang proklamator yang mengantarkan
Negara Indonesia ke pintu kemerdekaan hingga detik ini.
Gambar ini dibuat secara diam-diam oleh Rachmawati Soekarnoputri bersama Guruh Soekarnoputra,
6 Juni 1970. Sebuah momentum bertepatan dengan hari ulang tahun Soekarno yang ke-69.
”Dik, ikut yuk, saya mau motret bapak,” tutur Rachmawati kepada adiknya, Guruh, kala itu.
Rupanya foto tersebut kemudian dikirimkan Rachmawati ke Kantor Berita AP dan dimuat di Harian Sinar Harapan.
Maka gemparlah, dan Rachmawati diinterogasi oleh Corps Polisi Militer
(CPM). Rachmawati pun bertanya, ”Mengapa dilarang memotret, memangnya status Bung Karno apa?”
Tetapi tak pernah ada jawaban tentang apa status Soekarno, sampai detik ini. ”Jadi semua
serbasumir. Tak ada kejelasan tentang status bapak sampai bapak meninggal,” kata Rachmawati
kepada SH di kediamannya di Jl. Jati Padang Raya No. 54A, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (19/1) sore.

Di saat kondisi penyakit ayahnya semakin kritis dan putra-putri ingin membesuknya, mereka
tetap harus melapor dulu ke Pomdam Jaya, sehingga tidak dapat menengok setiap hari. Wisma
Yaso yang terletak di Jl. Gatot Subroto, Jakarta, itu padahal merupakan kediaman istri
Soekarno, yakni Dewi Soekarno. Begitu pula Soekarno sendiri, dalam kondisi sakit masih tetap
harus menjalani pemeriksaan oleh Kopkamtib tiga bulan sekali.
Situasi seperti itu semakin menambah kalut keluarga Soekarno, setelah sebelumnya didera
cobaan bertubi-tubi. Pada pertengahan 1965, sebuah rumor mengabarkan Soekarno mengalami koma
sehingga diperkirakan tidak bisa menyampaikan pidato kenegaraan pada peringatan Proklamasi
17 Agustus 1965. Tetapi nyatanya, Soekarno hadir pada peringatan detik-detik proklamasi
tersebut di Istana Merdeka, lengkap dengan pakaian kebesaran dan tongkat komandonya.
Tahun berikutnya, setelah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) diteken 11 Maret 1966, keluarga Soekarno mendapat kiriman radiogram pada tahun 1967, berupa perintah supaya mereka keluar dari Istana Bogor.
Maka kemudian di tahun 1968, Soekarno pindah dari Istana Bogor ke Batu Tulis, masih di wilayah Bogor.
Ternyata hawa dingin di Bogor membuat penyakit rematik Bung Karno semakin parah. Saat itu Soekarno ditangani oleh dokter Soerojo, dokter hewan. Bukti ini dikuatkan dengan dokumen riwayat penyakit Bung Karno di atas tujuh lembar
kertas tua yang warnanya sudah memudar kecokelatan.
Kopnya bertuliskan Institut Pertanian Bogor, Fakultas Kedokteran Hewan Bagian Bakteriologi,
Djl. Kartini 14, telpon 354, Bogor. Menurut Rachmawati, penanganan dokter Soerojo saat itu pun hanya bersifat insidental.
Lantaran rasa sakit makin tak tertahankan, akhirnya Soekarno mengutus Rachmawati untuk
menyampaikan surat permohonan kepada Soeharto agar diperbolehkan kembali ke Jakarta.
”Saya diterima Pak Harto di Cendana, menyampaikan permintaan agar bapak dipindah ke Jakarta.
Saya harus menunggu jawabannya dua minggu, aduh…,” tutur Rachmawati tak habis pikir.
Akhirnya, Soekarno dipindah ke Wisma Yaso di Jakarta, yang sekarang menjadi Museum Satria Mandala.
Beberapa minggu kemudian dibentuklah tim dokter dengan ketua Mahar Mardjono. Tetapi karena
Wisma Yaso hanya rumah biasa, tentu saja fasilitas medis yang tersedia sangat berbeda dengan
jika dirawat di rumah sakit.

Tidak Cuci Darah

Hari-hari berikutnya, kondisi Soekarno menurun drastis. Seperti yang terdokumentasi dalam
foto Rachmawati tersebut, pipi Soekarno sudah membengkak, pertanda mengalami gagal ginjal.
Kondisi makin kritis. Hingga akhirnya pada 11 Juni 1970 mantan Presiden I RI itu dilarikan
ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.
Rupanya pindah perawatan ke rumah sakit tidak seluruhnya menyelesaikan masalah. Perawatan
yang diberikan tetap tidak maksimal dan peralatan medis seadanya. Pada saat dokter
memastikan harus dilakukan cuci darah, upaya satu-satunya ini tidak dapat dilaksanakan.
Alasannya, RSPAD tidak memiliki peralatan untuk cuci darah. ”Ini sama saja membiarkan orang
cepat berlalu...,” tutur Rachmawati.
Begitu pula dengan obat-obatan, tidak tersedia di RSPAD sehingga putra-putri Soekarno
membelinya sendiri di apotek di Kebayoran. ”Ada satu periode di mana saya tidak boleh
menengok bapak,” ungkap Rachmawati. Dalam keadaan genting seperti itu, keluarga masih tetap
tidak diizinkan tidur di rumah sakit untuk menunggui sang ayah. Mereka hanya boleh menunggu
di dalam mobil di tempat parkir.
Tak ada pula teman-teman yang bisa menjenguknya, kecuali Mohammad Hatta. Rachmawati
mengakui, selepas tahun 1965 memang terjadi de-Soekarno-isasi. Semua hal yang berbau
Soekarno harus disingkirkan sejauh mungkin.
Hingga akhirnya pada 21 Juni 1970, Soekarno wafat. Jenazahnya kemudian disemayamkan di Wisma
Yaso dan dilepas oleh Presiden Soeharto untuk diterbangkan ke Blitar, Jawa Timur. Itulah
kali pertama Soeharto melihat fisik Soekarno setelah disingkirkan dari Istana Kepresidenan.
Yang menjadi inspektur upacara pada pemakaman itu Jenderal TNI M Panggabean, tanpa kehadiran
Presiden Soeharto di Blitar.
Mengapa pusara mantan Presiden I RI itu berada di kompleks pemakaman Desa Bendogerit,
Blitar? Lokasi itu dipilihkan oleh negara dengan alasan dekat dengan makam kedua orangtua
Soekarno. Pihak keluarga sebenarnya mengajukan permintaan sesuai wasiat Soekarno, yaitu
dimakamkan di Batu Tulis atau di lokasi lain di Bogor.
Juga ketika gaung agar Tap MPR No. 11 Tahun 1998 tentang KKN mantan Presiden Soeharto
dikumandangkan kembali tatkala Soeharto sakit di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP),
Rachmawati meminta dicabutnya Tap MPRS No. XXXIII/1967.
Tap MPRS itu intinya adalah mencabut mandat MPRS dari Soekarno dan mengangkat Soeharto
sebagai Pejabat Presiden. ”Secara pribadi saya berharap ada rehabilitasi. Dan Tap MPRS harus
dicabut karena beban politik berbeda dengan beban pidana atau perdata,” lanjut Rachmawati.
Putri ketiga Soekarno itu pun hanya geleng-geleng kepala, ketika mengetahui kondisi kesehatan Soeharto yang sedang dirawat di RSPP mulai membaik. Semua orang juga tahu, betapa
luar biasa dan istimewanya fasilitas untuk Soeharto.
Tetapi Rachmawati sama sekali tidak menaruh rasa dendam. Yang ia inginkan hanyalah,
kebenaran sejarah.

oleh :
Wahyu Dramastuti
Copyright © Sinar Harapan
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0801/22/sh05.html
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0801/23/sh04.html

sekedar ingin berbagi...

about our sanitation

I'm shocked when i read bout this article..

Indonesia is in 6th position under Singapore, Thailand, the Philippines, Malaysia and Myanmar, and above only Vietnam, Laos and Cambodia in sanitation infrastructure.

the article :

Indonesia near the bottom in SE Asia clean-toilet survey

The Jakarta Post, Jakarta

Nearly all of Indonesia's 220 million citizens lack access to proper sanitation, an official at the Public Works Ministry said Tuesday.

The director general for Housing, Building and Planning, Budi Yuwono, said 76.15 percent of the total population already had access to basic sanitation, such as toilets, but only 2.21 percent had access to proper sanitation with sewage and waste water treatment.

"Compared to other Southeast Asian countries, Indonesia ranks sixth in terms of sanitation services, with only 69 percent of the urban population and 46 percent of the rural population receiving adequate services," Yuwono told a discussion organized by USAID's Environmental Services Program (ESP).

He quoted 2005 data from the National Development Planning Board (Bappenas) that ranked Indonesia below Singapore, Thailand, the Philippines, Malaysia and Myanmar, and above only Vietnam, Laos and Cambodia in sanitation infrastructure.

Bappenas director for Settlement and Housing Budi Hidayat said Indonesia produced 6.4 million tons of human waste per year, and around 30 percent of it was neither collected well nor processed.

ESP reported that in urban areas, 35 percent of toilets channeled human waste directly into rivers instead of into septic tanks, while 70 percent of groundwater had been contaminated with fecal bacteria.

The poor sanitation, said Hidayat, caused potential economic losses of US$6.34 million and led to the deaths of 100,000 children under the age of five every year.

Tjatur Saptoedy, a member of the House of Representatives' Commission VII on environmental affairs, said such conditions were a result of the government's lack of commitment to improving sanitation infrastructure.

"The sanitation sector received only Rp 500 billion (US$52.88 million) of the total Rp 36.1 trillion the government allocated for infrastructure development in 2008," he said.

He said the government allocated around Rp 7.7 trillion for the sanitation sector over the past 30 years, a number that worked out to Rp 200 per citizen per year. The minimal budget needed to provide adequate sanitation facilities, he said, is Rp 47,000 per head per year.

Yuwono said providing proper sanitation was not only the central government's responsibility, but that local administrations, too, played important roles.

However, he said the regions' commitments to improving sanitation in their areas was even poorer, with most allocating less than 2 percent of regional budgets to the sector.

"Some regions, like Surakarta (Central Java), Bontang (East Kalimantan) and Pontianak (West Kalimantan), are very committed to improving their sanitation, but others need continuous urging," said Yuwono.

Erna Witoelar, former UN Millennium Development Goals Ambassador to Indonesia, said efforts to improve the country's sanitation conditions should also involve communities, whose negligence had worsened problems.

"Communities must continuously urge the government to improve sanitation, besides taking part in improvement efforts themselves," she said.

Tjatur added that "large-scale efforts are needed to build awareness in communities".

Indonesia is not the only country facing sanitation problems. The UN Development Program's 2006 Human Development Report revealed that almost half the people living in developing countries lack access to proper sanitation.

The UN has declared 2008 the International Year of Sanitation

look at the bold mark."35 percent of toilets channeled human waste directly into rivers instead of into septic tanks, while 70 percent of groundwater had been contaminated with fecal bacteria". and "led to the deaths of 100,000 children under the age of five every year".

Sanitation is important for us,but we don't really care about it right now.look at around you,the public toilet is so messed up,even in my campus is not appropriate to use.we shouldn' t rely on government but we need to start to do something by ourselves.maybe just flush the toilet when finish using it,it'll help a little.

we need a lot of effort to make a difference..

footballers..before and after...




wanting a meal


This photograph showing a starving Sudanese child being stalked by a vulture. This ironic picture was taken by Kevin Carter. After took this photo, he won a 1994 Pulitzer for feature photography. But not long after that,july 1994,he was found dead in his pick-up truck. Police said that he died because a suicide. He posioned himself with a carbon monoxide because he was so depressed and haunted by the work that he did. Maybe this is an old story and an old picture,but this picture has changed the world.

Lifescapes

random thoughts and passion of my life

About Me

My Photo
bhagas
sleep deprived person
View my complete profile

Blog Archive