Showing posts with label warna-warni Indonesia. Show all posts
Showing posts with label warna-warni Indonesia. Show all posts

Srikandi




Sedikit beralih dari dunia travelling, kali ini saya akan membuat tulisan tentang Srikandi. Siapakah Srikandi? Seringkali Srikandi sering digunakan sebagai kata ganti untuk para wanita yang mempunyai peranan penting, atau prestasi tertentu misalkan atlet, ilmuwan, atau tokoh wanita Indonesia yg mampu berprestasi. Kenapa Srikandi? sedikit saya akan memberikan sedikit penjelasan yang saya tahu mengenai Srikandi, yang merupakan salah satu tokoh pewayangan yang terkenal di Indonesia. 

Srikandi, yang bernama lengkap Dewi Wara Srikandi merupakan anak dari Prabu Drupada dan Dewi Gandawati yang dilahirkan dengan normal.  Srikandi mermpunyai dua saudara yaitu Dewi Dropadi dan Drestadyumna. Kedua saudaranya lahir dari puja semedi, Dewi Dropadi melalui bara api pemujaan sementara asapanya menjadi Drestadyumna.

Srikandi adalah wanita pemberani dan cekatan. ia sangat pandai memainkan panah. Kepandaiannya berolah senjata panah tersebut didapatkan dari Arjuna, dalam kisah Srikandi Ajar Manah.

Ketika dewasa Srikandi dilamar oleh Prabu Jungkung Mardeya raja dari Paranggubarja tetapi Srikandi menolaknya karena ia lebih mencintai Arjuna. Arjuna pun jatuh cinta kepada Srikandi muridnya, dan kemudian melamar Srikandi. Walaupun Srikandi diam-diam telah jatuh cinta kepada Arjuna gurunya, ketika dilamar Srikandi tidak menerima begitu saja lamaran Arjuna, melainkan mengajukan dua syarat kepada Arjuna. Syarat yang pertama Arjuna harus bisa membangun taman Maerakaca (Sekarang dijadikan nama taman di Semarang). Syarat yang ke dua, Arjuna harus dapat mencarikan sosk wanita yang dapat mengalahkan dirinya.

Untuk memenuhi permintaan Srikandi Arjuna mengajukan isterinya yaitu Dewi Larasati. Dewi Larasati ini sangat mahir memainkan senjata panah karena sudah dilatih oleh Arjuna. Perhitungan Arjuna tepat, Dewi Larasati dapat mengalahkan Srikandi. Setelah kedua syarat tersebut dipenuhi, Dewi Srikandi pun bersedia menjadi istri Arjuna.

Setelah bergabung dengan Pandawa dan resmi menjadi isteri Arjuna, Srikandi menjadi salah satu senopati andalan negara Amarta. Ia mendapat tugas mengamankan seluruh penghuni kasatrian Madukara, tempat tinggal keluarga besar Arjuna.

Tetapi sayang, sebagai wanita Srikandi tidak dikaruniai anak dari Arjuna.



Dalam perang Baratayuda Srikandi adalah satu-satunya senopati wanita dari pihak Pandawa. waktu itu ia melawan Senopati Hastinapura yang saktimandraguna yaitu Resi Bisma. Dalam perang tanding Srikandi berhasil mengalahkan Resi Bisma. Inilah mengapa ketika menyebut wanita-wanita yang pemberani,cekatan, maupun berprestasi, tidak jarang nama Srikandi dicatut sebagai lambang hal tersebut. 

Lain wayang jawa, lain pula Mahabarata versi India. Sedikit menceritakan tentang Srikandi versi India.   

Shikandi adalah seorang tokoh dalam wiracarita MAHABHARATA. Putra Drupada, ia berjuang dalam perang Kurukshetra di pihak Pandawa. Dia telah lahir di masa sebelumnya sebagai seorang wanita bernama Amba, yang ditolak oleh Bisma untuk menikah.

Karena merasa terhina dan ingin membalas dendam, Amba melakukan tapa dan penebusan dosa besar dengan keinginan untuk menjadi penyebab kematian Bisma. Amba kemudian dilahirkan kembali sebagai Shikhandini (wanita).

Dari dia lahir,terdengar suara dewata yang memerintahkan kepada ayahnya untuk membesarkannya sebagai anak laki-laki. Jadi Shikhandini dibesarkan seperti pria dan mengganti namanya Shikhandi, terlatih dalam peperangan dan akhirnya menikah.

Pada malam pernikahannya, istrinya menghinanya pada saat menyadari kenyataan sebenarnya. Dengan maksud untuk bunuh diri, ia melarikan diri dari Pancala, tetapi diselamatkan oleh seorang Yaksha yang bersedia untuk menukarkan kelaminnya dengan Shikhandi .

Shikhandi kembali ke keraton sebagai seorang pria dan telah menikah hidup bahagia bersama istri dan punya anak juga. Setelah kematiannya, kejantanannya dikembalikan kepada Yaksha dan Shikhandi mati sebagai wanita.

Dalam pertempuran di Kurukshetra, Bisma mengenalinya sebagai titisan dari Amba yang terlahir kembali, dan tidak ingin untuk melawan 'seorang wanita', sehingga dia menurunkan senjatanya. Mengetahui bahwa Bisma akan bereaksi demikian terhadap Shikhandi, Arjuna bersembunyi di belakang Shikhandi dan menyerang Bisma dengan tembakan anak panah yang mematikan.

Jadi, hanya dengan bantuan Shikhandi, Arjuna mengalahkan Bisma, yang telah hampir tak terkalahkan sampai saat itu. Shikhandi akhirnya dibunuh oleh Aswatama pada hari ke-18 pertempuran.

Demikian sedikit cerita tentang Srikandi yang diolah dari berbagai macam sumber. Srikandi merupakan salah satu tokoh pewayangan wanita yang terkenal akan kepintarannya memanah. Lain kali akan diulas mengenai tokoh wayang yang lain. Mohon maaf apabila terdapat berbagai salah kata atau cerita :)

2011 --> 2012




Selamat Pagi !!

Post pertama saya di tahun 2012 :) Tulisan ini dibuat memang ketika sudah memasuki 2012, seperti kebanyakan blog lain , tetapi saya sedikit akan bercerita mengenai tahun 2011 yang sangat penuh warna bagi saya, jujur di tahun 2011 saya tidak mempunyai resolusi atau keinginan yg terlalu muluk-muluk, tapi di akhir tahun, ternyata 2011 melebihi ekspektasi saya :)


Di tahun 2011 yang lalu, konsentrasi saya masih banyak di seputar kerjaan, deadline menumpuk, seputar adaptasi di tempat baru dan masih banyak lagi beberapa hal seputar kerja yang banyak menyita waktu saya. Tetapi tidak semua mengenai kerjaan, ada hal yg diluar perkiraan saya bisa saya lakukan, yaitu dari Toba sampai Boven Digoel. Meskipun memang dalam rangka tugas kantor juga, tapi siapa sangka bisa berkunjung dari barat hingga ujung timur Indonesia. Dari menikmati makanan khas daerah Sumatera Utara, hingga saya harus berada melewati hutan dan lumpur papua dari Merauke sampai Boven Digoel selama 3 hari 2 malam dari perjalanan normal sekitar 12-18 jam. Saya tidak membayangkan ketika sekarang musim hujan, akan berapa lama bisa mencapai Boven Digoel dari Merauke jika melalui jalur darat ? Pesawat pun terkadang penerbangan tidak menentu, dengan cuaca yang memasuki musim penghujan seperti sekarang ini pasti akan lebih sulit lagi mencapai daerah tersebut. Semoga kenalan dan teman seperjalanan saya yang berada di sana selalui diberi keselamatan dan kelancaran :) Sebuah reminder bagi pemda atau pemerintah pusat, itu jalan kapan dibangunnya ? Uang saya rasa sudah cukup melimpah, tapi kenapa sarana prasarana daerah tidak dibangun? Jika jalan dibangun secara benar, saya rasa akan meningkatkan perekonomian didaerah tersebut juga. Segera diperbaiki, sebelum terlambat :)


Selain Toba dan Boven Digoel, di 2011 saya banyak mengunjungi berbagai tempat yang luar biasa. Dari Krakatau, Papandayan, yang semuanya sudah sedikit saya ceritakan di post sebelumnya, hingga mampir ke Gn. Pangrango dan mampir sejenak di Mandalawangi, bakar ikan di Tidung, wisata kantor ke Anyer, manginjakkan kaki di Ujung Kulon, bertugas keliling P. Madura dan pulau sekitarnya, hingga berbagai event seperti Java Jazz dan Ceria Bersama Kita yg menambah cerita di 2011. 

Dan di akhir taun ditutup dengan perayaan tahun baru di P. Sangiang dikala hujan, yang untuk kesananya dihajar ombak setinggi 2 meter, naik turun bergoyang di selat sunda :) tapi Alhamdulillah bisa selamat dan membuat tulisan ini hehe :D Ingin semua cerita tersebut saya tulis dalam blog ini, mungkin di lain waktu :)





Ada satu hal lagi yang mungkin saya belom kesampaian untuk mengambilnya yaitu kursus selam. Saya sebelumnya memang tidak berencana untuk mengambil lisensi selam, tapi entah ada bisikan darimana saya ingin mengambil, dan akhirnya menjelang akhir tahun saya mendaftar untuk ikut, tapi ternyata diundur sampai awal 2012 ini. Mudah-mudahan saya segera bisa mendapat lisensi dan mengeksplore keindahan bawah laut Indonesia :) 



Cerita jalan, kerja sudah, selain itu ada cerita lain :) ada juga cerita tentang nilai hasil kerja saya yg tidak keluar dan entah bagaimana nasib gaji tambahan saya :D semoga cepat kelar. Yang pasti semua orang punya cerita, semua orang punya pengalaman yg bahagia bahkan tidak jarang pula yg membuat kita duduk diam dan merenung sendiri. Selalu nikmati setiap momen yang ada. Because you only live once !!
Semoga di tahun 2012 ini banyak cerita dan warna, jangan batasi diri anda, tapi tidak lupa merencanakan yang lain untuk masa depan kita. Alhamdulillah syukur untuk 2011 yang penuh cerita, dan semoga akan berlanjut di tahun 2012 ini. Amin



"You don't stop playing because you grow old, you grow old because you stop playing."
"Happiness i a way of travel, not a destination."
"Life is not a problem to be solved, but a reality to be experienced"
"It's all about the journey, not the destination" 
"Do what you like, like what you do"
"Life is Good"


Enjoy every moments in your life, baik yang bagus, maupun yang engga. Happy New Year ! 2012 I'm Coming !!








All photos : private collection alias jepret sendiri :)

Indahnya Papandayan



Perjalanan saya ke Gunung Papandayan yg terletak dekat kota Garut ini berjarak kurang lebih sekitar dua minggu dari perjalanan saya sebelumnya ke Anak Gunung Krakatau. Berawal dari ajakan teman melalui sms, teman saya yang bertemu pada saat ke Anak Gunung Krakatau kemarin, akhirnya saya memutuskan untuk ikut mengeksplorasi gunung yang satu ini. 

Papandayan merupakan gunung yang terkenal dengan keindahan alamnya. Dari mulai bebatuan, danau, belerang yang masih aktif, sampai padang edelweiss yang masih rimbun. Gunung ini sempat beberapa kali meletus di antaranya pada tahun 1773, 1923, 1942, 1993, dan 2003. Letusan besar terjadi pada tahun 1772 yang menghancurkan sedikitnya 40 desa dan menewaskan sekitar 2951 orang. Daerah yang tertutup longsoran mencapai 10 km dengan lebar 5 km. Dan terakhir sebelum lebaran kemarin, gunung yang satu ini kembali aktif yang mengakibatkan akses kesana ditutup. 

Perjalanan saya ke Papandayan direncanakan mulai pada tanggal 24 Juni - 26 Juni 2011.  Selepas pulang kantor saya langsung bergegas menuju terminal Lebak Bulus bersama seorang teman saya. Dengan packing seadanya kami menuju terminal karena sudah hampir terlambat. Sesampainya disana, untung saja bus terakhir dari Lebak Bulus menuju Garut belom berangkat, dan teman kami yang lain pun sudah menaiki bus tersebut. Ternyata, kita bukan yang terakhir, karena ada 2 lagi teman kita yang ketinggalan, dan akhirnya diputuskan untuk bertemu di terminal Guntur, Garut. 

Tak terasa 5 jam sudah kami di jalan dan sampai di terminal Guntur, Garut. Di terminal ini, kami beristirahat sejenak, beribadah dan tidak lupa mencari sarapan untuk mengisi perut sebelum mulai menuju Papandayan. Setelah merapikan packing, menambah sedikit perbekalan, kami pun mencari angkutan menuju pintu masuk Papandayan. Dari terminal ada beberapa alternatif yaitu menggunakan elf kemudian oper dengan ojek atau carter angkot. Akhirnya kami memilih mencarter angkot dengan sedikit terpaksa dan sedikit omelan dari sang sopir angkot karena harga yang kita bayar tidak sesuai keinginan dia, yaitu sebesar Rp 150.000 jauh dari permintaan dia yang sebesar Rp. 250.000. Posisi kami disini sedikit terdesak dan sebetulnya tidak mau menuruti permintaan dari sang sopir dan orang-orang disitu, tapi akhirnya sang sopir pun mengalah dengan mengomel daripada tidak dapat sama sekali dan mengantar kami ke pintu masuk Papandayan. Meskipun di jalan terlihat ngawur dan ugal-ugalan, Alhamdulillah kami sampai dengan selamat di pintu masuk Papandayan.


Di pos masuk ini, kami merapikan barang bawaan, numpang toilet, melapor ke petugas dan membayar sedikit retribusi *saya lupa besarannya berapa, kemudian kami juga bertanya tentang rute pendakian (*iya benar, disini kita benar-benar bertanya tentang rute yang tidak kita ketahui sebelumnya :D). Dari rute yang dijelaskan petugas, kita mencari spot yang bagus untuk dikunjungi, akhirnya kita bergegas untuk mulai trekking menuju pondok selada. 

Rute trekking pun diawali dengan jalan berbatu yg perlahan-lahan naik. Disamping kanan kiri terlihat semak-semak daun yang makin keatas makin berkurang. Hari itu sinar matahari sangat terik, padahal hari masih pagi. Setelah lepas dari semak-semak tadi, kita akan bisa melihat pemandangan kota garut dari atas, meskipun dari titik yang kurang tinggi, tapi kita bisa melihat garut dengan bebas. Perjalanan pun kami teruskan menuju Pondok Selada, tempat yang rencananya akan jadi tempat kami mendirikan tenda. Menuju Pondok Selada kami mengambil jalan pintas yang ternyata jalurnya curam dan naik sedikit ekstrim, memang lebih cepat tapi lumayan fisik cepat lelah.


Sekitar pulul 10 pagi kami pun sampai di Pondok Selada. Disini ternyata sangat ramai karena sudah terdapat beberapa tenda yang berdiri. Ada beberapa keluarga yang membawa keluarganya untuk kemah bersama disini dan juga beberapa rombongan lain. Kami pun mulai mencari areka sebagai tempat kami mendirikan tenda. Meskipun waktu masih pagi, ternyata kami memulai hari dengan memasak, iya memasak ! sepertinya pada lapar karena tidak mendapatkan asupan sarapan yang cukup. Di pondok Selada ini sebenarnya area yang cukup enak, karena terdapat mata air dan akses ke bawah atau atas cukup dekat. Untuk mendirikan tenda sebenarnya ada beberapa alternatif, bisa di Selada tempat kami sekarang, Gooberhut (*atau apa ya namanya?) yang katanya bagus untuk melihat sunrise, sempat kami ingin berkemah disini tapi teman saya satunya lagi ingin berkemah di Tegal Alun yang ternyata tidak disarankan, meskipun tempatnya lapang dan terdapat mata air, karena biasa dibuat tempat minum babi hutan. 


Selesai menyiapkan tempat "menginap" kami dan mengisi perut, kami pun mulai istirahat sebentar sebelum akhirnya memutuskan untuk naik ke puncak papandayan yang memang tidak ada tugu triangulasi dan masih tertutup pepohonan. Selesai duhur, kami pun memulai perjalanan kami menuju puncak Papandayan. Hanya berbekal daypack dan beberapa botol air minum serta tentunya tidak lupa kamera, kami mulai perjalanan dari rute yang terlihat jelas dari Pondok Selada, yaitu jalur yg terlihat seperti mendaki tebing karena memang terlihat curam.  

Sekitar pukul 2-3 siang kami sampai di puncak Papandayan, kami tidak sadar sampai di puncak karena memang jalurnya tidak jelas dan jika tidak diberi tahu oleh rombongan pendaki lain, kami mungkin tidak tahu bahwa sudah berada di puncak. Sepanjang jalan menuju puncak, anda akan menemui padang edelweiss yang luar biasa lebat dan indah :)
Di puncak kami sempat bertanya-tanya dengan rombongan lain mengenai rute yang akan kami lewati esok hari karena ingin melalui jalur yang berbeda. Setelah beberapa saat akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke perkemahan setelah tentunya berfoto sebagai oleh-oleh dikala kembali nanti. Saat turun kami sempat berhenti lama di jalur curam tadi, untuk menikmati sunset dari posisi tersebut.


Malam pun tiba, setelah ritual makan malam dll, kami pun berkenalan dengan sesama penghuni Pondok Selada malam itu, saling berbagi cerita sambil menikmati suasana malam di Papandayan. Langit malam itu sangat cerah, tanpa tertutup awan, bintang terlihat sangat jelas bertaburan di langit, sampai kadang kita berhitung jumlah bintang jatuh yang ada malam itu. Meskipun angin malam itu lumayan kencang dan sering berhembus, tapi tidak mengurangi niat kita untuk sejenak menikmati momen yang jarang kita dapat ketika berada di hiruk pikuknya ibukota. 


Keesokan paginya, kami berencana melihat sunrise dari goverhut (*tolong koreksi jika ada yang tahu namanya) tapi ternyata tidak ada yag bangun pagi, dan memang semalam angin sangat kencan, saya sendiri entah tidur atau tidak malam itu. Sedikit bingung bagaimana mencari momen sunrise, akhirnya saya bersama seorang kenalan tenda sebelah yang ternyata merupakan petugas papandayan tersebut, berjalan melewati sisi lain dari Pondok Selada yang ternyata cukup memuaskan saya menikmati pagi di Papandayan :)


Setelah sarapan dan berkemas, kami berencana turun melalui jalur yang berbeda, melewati hutan mati dan akhirnya turun sampai pos pendakian. Disaat turun ini rombongan kami terpisah, ada yang terlebih dahulu jalan dan ada yang tercecer dibelakang karena terlalu lama foto dan berputar, termasuk saya  hahaha. Jalur turun curam dan berbatu, sempat bingung dan tidak didukung cuaca yang tiba-tiba saja mendung, diselingi asap belerang, alhamdulillah kami bisa sampai di bawah dan mampir di salah satu kawah dan akhirnya sampai juga di pos pendakian. Di pos pendakian ini kami membersihkan diri, mengisi perut alias menghabiskan logistik pendakian dan bersiap pulang menuju Jakarta.

Alhamdulillah dapat kembali di tempat masing-masing dengan selamat, bertemu teman baru dan perngalaman baru pula :)

See you on my next trip !
berikut beberapa hasil olah tkp dari papandayan


nb: semua foto di blog tentang catatan perjalanan merupakan hasil sendiri














"because you only live once !"




Escape to Krakatoa



Beberapa bulan belakangan menjadi bulan yg berwarna bagi saya pribadi. Mengunjungi berbagai tempat di Indonesia, mengagumi ciptaan-Nya serta mencoba menyegarkan kembali pikiran diantara padatnya rutinitas kerja dan kehidupan kota Jakarta. 

Perjalanan pertama yang akan saya ceritakan kali ini adalah ketika saya berkesempatan mengunjungi salah satu gunung yang mungkin sudah dikenal banyak orang di dunia, Anak Gunung Krakatau. Anak Gunung Krakatau merupakan gunung yang terbentuk setelah letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883. Selain mengagumi keindahan Krakatau, kami juga akan melihat keindahan bawah laut pulau-pulau di sekitar Krakatau dari mulai pulau Umang, Sebuku Kecil dan Lagoon Cabe. Perjalanan ini sendiri menurut jadwal, memakan waktu 2 hari 1 malam dimulai dari keberangkatan pada hari Jumat tanggal 10 Juni 2011 dan akan selesai pada hari Minggu, 12 Juni 2011.

Hari Jumat tanggal 10 Juni 2011, selepas pulang kantor, saya pun bergegas menuju terminal Kp. Rambutan beserta teman saya. Disana kami bertemu dengan rombongan lain yang belom pernah kami kenal dan temui sebelumnya. Saya pun berkenalan dengan masing-masing peserta dan berterima kasih telah membuat acara jalan bersama yg dibuka untuk umum ini :).

Total rombongan kami berjumlah 26 orang. Dari terminal Kp. Rambutan sekitar pukul 22.00 kamipun bergegas naik bis menuju pelabuhan Merak dimana disana sudah ada kawan kami yang menunggu yang juga akan mengikuti perjalanan kali ini.

Sekitar pukul 01.00 Sabtu dini hari, rombongan pun sampai di pelabuhan Merak dan bertemu rekan kami yang bergabung disana. Dari pelabuhan Merak kami akan menuju dermaga Bakauheni menggunakan kapal penyebrangan. Perjalanan diatas kapal ini membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Pagi hari sekitar subuh, kami pun sampai di Bakaheuni. Perjalanan dilanjutkan menuju Dermaga Canti yang memakan waktu kurang lebih sekitar 1 jam. Dari Canti inilah perjalanan ekplorasi Krakatoa dimulai.

Kami menggunakan kapal yang sudah dicarter sebelumnya, perjalanan pertama kali adalah mengunjungi pulau Sebuku, yang tidak jauh dari dermaga Canti. Disini kita bisa melihat hamparan pasir putih dan laut yang masih bening, tidak terlalu banyak campur tangan manusia yang ada di pulau ini sehingga keindahannya masih sangat terjaga. Di pulau ini ada beberapa teman kami yang bersnorkel ria, ada pula yg berburu foto. Tidak lama waktu kami lanjutkan di pulau ini, karena tujuan selanjutnya sudah menanti yaitu pulau Umang, disini juga merupakan spot yang bagus untuk snorkeling. Selesai bermain di laut, banyak teman yang tertidur di kapal, karena hari menjelang siang, kamipun menuju pulau Sebesi untuk bersih diri dan makan siang.


Setelah acara makan siang dan mandi, perjalanan pun dilanjutkan untuk menuju Anak Gunung Krakatau. Disinilah akhirnya nanti kami memutuskan untuk mendirikan tenda dan bermalam di pinggir pantai. Dalam perjalanan kesana pun terlihat bahwa gunung yang satu ini merupakan gunung yang aktif, tidak jarang letusan abu atau batu sering terlihat, dengan asap dan awan yg menjulang tinggi di angkasa. Menjelang senja kami sampai di Anak Karakatau, cobalah naik sedikit, menuju ke arah barat agar dapat menikmati indahnya sunset disini, dari sini pula anda dapat menikmati pemandangan sekitar Krakatau dan pulau-pulau yang mengelilinginya.

Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan bakar ikan, memasak makanan, atau sekadar tiduran di pantai menikmat malam di pantai. Sebuah suasana yang indah dengan langit yang cerah sehingga anda bisa menyaksikan banyaknya bintang di langit. Keesokan paginya, bangunlah lebih awal agar dapat melihat indahnya matahari terbit. Jangan lupa untuk naik sedikit di punggung Krakatau agar pemandangan lebih jelas terlihat.

Ada pengalaman menarik ketika saya dan beberapa teman naik ke punggung Anak Krakatau, untuk menikmati momen matahari terbit, setelah asik foto-foto, mengobrol dan mencoba  mengekplorasi keindahan gunung yang satu ini, tiba-tiba saja Krakatau terbangun dari tidurnya dan melemparkan awan dan debu panas serta batu pijar kemerahan dari dalam perutnya, sontak kami yang berada sangat dekat disanapun berlari turun agar tidak terkena "batuk" Krakatau. Tapi memang dasarnya maniak foto, dan penikmat momen tertentu, tetap saja kita berfoto di momen langka ini, sambil terus berlari turun kebawah. Alhamdulillah kami bisa turun dengan selamat tanpa terkendala apapun.

Akhir kata perjalanan ini sungguh berkesan, karena tidak hanya cerita yang ada selama perjalanan, namun juga keindahan yang masih alami serta teman seperjalanan yang luar biasa. Meskipun saya baru sampai di rumah pada senin pukul 05.00 pagi, tapi saya puas dengan perjalanan saya kali ini.

Berikut sedikit rincian biaya secara kasar untuk kesana:
Bis Jakarta - Merak/pp    Rp 34.000
Kapal Ferry Merak/pp - Bakaheuni /pp  Rp 22.000
Sewa pelampung/ lifevest Rp 15.000
Sharing Cost
Sewa Angkot/ pp 300.000/13  Rp  23.000
Sewa Kapal 2 hari    Rp 2.500.000/ 25 =   Rp 100.000
Guide Rp.200.000/ 25  Rp 8000
Makan 5x plus bakar2 an ikan Rp 60.000
Total Rp 262.000

Kurang lebih sekitar itu biaya yang dikeluarkan, terima kasih kepada semua yang mewujudkan perjalanan ini, dan teman-teman yang sudah mengadakan dan memperbolehkan saya ikut pada perjalanan kali ini.
Happy Travelling !









Drupadi istri siapa ??


Ide membuat tulisan kali ini datang dari seorang teman yang tiba-tiba mengirim pesan kepada saya, dan bertanya kepada saya, "Siapakah suami dari Drupadi ?? ", karena memang saya sendiri agak samar mengetahui tokoh wayang yang satu ini. Ada satu cerita yang saya tau, bahwa Dewi Drupadi merupakan istri seorang Yudhistira, ternyata cerita tidak sampai di situ. Karena cerita yang saya ketahui merupakan sebuah cerita Mahabarata versi jawa, yang disadur dari India. Alhasil mulailah saya mengingat dan mencari tau ttg sosok dewi yang satu ini.


Puteri cantik keturunan Dewi Api ini merupakan seorang anak dari Prabu Drupada yang merupakan raja kerajaan Pancala. Singkat cerita, Drupadi dijadikan hadiah sayembara lomba memanah yang diadakan oleh ayahnya. Para peserta dari seluruh negeri pun berkumpul mengikuti sayembara ini, termasuk para Pandhawa dan Karna.  


Para peserta pun mencoba untuk memanah sasaran di arena, namun satu per satu gagal.Karna berhasil melakukannya, namun Drupadi yang puteri seorang raja menolaknya dengan alasan bahwa ia tidak mau menikah dengan putera seorang kusir, padahal sebenarnya Karna merupakan anak dari Kunti yang juga ibu dari Pandhawa. Karna pun kecewa dan perasaannya sangat kesal. Setelah Karna ditolak, Arjuna tampil ke muka dan mencoba memanah sasaran dengan tepat. Panah yang dilepaskannya mampu mengenai sasaran dengan tepat, dan sesuai dengan persyaratan, maka Dewi Drupadi berhak menjadi miliknya. Pandhawa pun pulang dengan hadiah yang diperolehnya. Sesampai dirumah, tanpa mengetahui hadiah sayembara tersebut, Kunthi pun meminta agar hadiah tersebut dibagi secara rata kepada kelima Pandhawa. Ketika akhirnya tau, Kunthi pun tidak ingin berbohong dan menarik kata-katanya, akhirnya Drupadi pun menjadi istri Pandhawa. Drupadi bergiliran setiap setaun menjadi istri kelima Pandhawa tersebut. Drupadi memiliki keturunan dari kelima Pandhawa yang diberi nama Pancawala :
  1. Pratiwinda (dari hubungannya dengan Yudhistira)
  2. Sutasoma (dari hubungannya dengan Bima)
  3. Srutakirti (dari hubungannya dengan Arjuna)
  4. Satanika (dari hubungannya dengan Nakula)
  5. Srutakama (dari hubungannya dengan Sadewa)

Cerita yang saya paparkan tadi merupakan cerita versi India dimana memang poliandri menjadi hal umum disana. Namun ketika masuk ke daerah Jawa dimana hal ini tidak lazim, Drupadi menjadi istri Yudhistira saja. 


Demikian sekilas tulisan mengenai Drupadi, mungkin ada yang salah atau kurang tepat bisa didiskusikan lagi. Dunia Wayang memang selalu menarik :)

Danau Toba



Sebuah posting yang boleh dibilang terlambat....masih seputar cerita saya dari perjalanan ke Medan beberapa waktu yang lalu. Tidak puas rasanya ketika bertugas di kota ini tidak jalan-jalan ke sebuah objek wisata yang sudah dikenal banyak orang, Danau Toba. Sebuah Danau yang sudah terkenal dengan keindahannya dan merupakan danau terbesar di dunia. 

Memakan waktu yang cukup lama jika kita akan menuju Danau Toba dari Medan, kurang lebih sekitar 5 jam perjalanan dari kota Medan. Kami mulai perjalanan sore hari dari kota Medan dan sampai di Danau Toba tengah malamnya. Sejenak jalan-jalan disekitar penginapan namun akhirnya, kami memutuskan untuk tidur dan bangun di pagi hari untuk melihat matahari terbit.


Keesokan paginya kamipun bergegas melihat matahari terbit. Jam 6 pagi kami sudah keluar dari kamar dan mencari posisi yang pas untuk melihatnya. Namun ternyata, tempat kami kurang strategis untuk melihat matahari terbit, kamiupun berpindah tempat agak lebih tinggi demi bisa melihat matahari terbit di Danau Toba. Padang rumput dan semak belukar pun kami lewati ketika sudah sampai di daerah yang agak lebih tinggi. Sebuah pemandangan yang luar biasa melihat matahari terbit dari tempat ini :)




sesaat sebelum matahari terbit


Toba dari bukit


Setelah beberapa saat berfoto diatas.kamipun turun untuk meikmati keindahan danau, dan saarapan pagi..sayang, kita tidak sempat berkunjung ke P. Samosir karena terbatasnya waktu, mungkin lain kali kalo ada waktu akan berkunjung ketempat ini lagi :)

Pada kunjungan selanjutnya..saya berniat mengunjungi Brastagi, namun ternyata jalan menuju sana baru saja longsor..apaboleh dikata memang belom berjodoh jalan2 di kota Medan lagi :D Semoga nantinya bisa berkunjung kembali.

Horas !!









Proklamasi

Sudah kurang lebih 62 tahun kemerdekaan Indonesia(menuju 63 tahun..wink), tentunya banyak sekali peristiwa menarik yang dialami oleh negara kita ini, salah satunya adalah proses proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia,nah kaya gini kurang lebih proklamasi yang dibacakan oleh Bung Karno ini pada tanggal 17 Agustus 1945...agree5

P R O K L A M A S I

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta
nah naskah proklamasi tadi itu yg menjadi awal lahirnya bangsa Indonesia..razz.Namun ternyata, proklamasi di negeri ini ternyata tidak hanya terjadi satu kali,loh kok bsa??hah

Y tentunya tidak diakui...sengihnampakgigi,karena memang proklamasi tersebut diproklamirkan oleh para separatis/pemberontak..wink

nah ini ni contoh proklamasi laen yang pernah ada di Indonesia...
Proklamasinya NII pada 7 Agustus 1949 :

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha Pengasih

Ashhadu alla ilaha illallah, wa ashhadu anna Muhammadarrasulullah

Kami, Ummat Islam Bangsa Indonesia

MENYATAKAN :

BERDIRINYA NEGARA ISLAM INDONESIA

Maka Hukum yang berlaku atas Negara Islam Indonesia itu, ialah : HUKUM ISLAM.

Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !

Atas nama Ummat Islam Bangsa Indonesia

IMAM NEGARA ISLAM INDONESIA

ttd

S.M. KARTOSOEWIRJO

Madinah - Indonesia,

12 Syawal 1368 / 7 Agustus 1949.


Proklamasi Aceh pada 4 DEsember 1976 :

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

KEPADA BANGSA-BANGSA DI DUNIA,

Kami bangsa Acheh Sumatra, telah melaksanakan hak hak kami untuk menentukan nasib sendiri, dan melaksanakan tugas kami untuk melindungi hak suci kami atas tanah pusaka peninggalan nenek moyang, dengan ini menyatakan diri kami dan negeri kami bebas dan merdeka dari penguasaan dan penjajahan regime asing Jawa di Jakarta.

Tanah air kami Acheh, Sumatera, telah menjadi satu negara yang bebas, merdeka dan berdaulat selama dunia terkembang, Belanda adalah penjajah asing yang pertama datang mencoba menjajah kami ketika ia menyatakan perang kepada negara Acheh yang merdeka dan berdaulat, pada 26 Mart 1873, dan melakukan serangan atas kami pada hari itu juga, dengan dibantu oleh serdadu-serdadu sewaan Jawa, apa kesudahannya serangan Belanda ini sudah tertulis pada halaman muka surat-surat kabar di seluruh dunia, surat kabar London "Times" menulis pada 22 April, 1873:

"Suatu kejadian yang sangat menarik hati sudah diberitakan terjadi di kepulauan Hindia Timur, satu kekuatan besar dari tentara bangsa Eropah sudah dikalahkan dan dipukul mundur oleh tentara anak negeri... tentara negara Acheh, bangsa Acheh sudah mendapat kemenangan yang menentukan. Musuh mereka bukan saja sudah kalah, tetapi dipaksa melarikan diri".

Surat kabar Amerika, "The New York Times" pada 6 Mei 1873, menulis: "Peperangan yang berkubang darah sudah terjadi di Acheh, kerajaan yang memerintah Sumatra Utara, tentara Belanda sudah menyerang negara itu dan kini kita sudah mengetahui kesudahannya, serangan Belanda telah dibalas dengan penyembelihan besar-besaran atas Belanda, jenderal Belanda sudah dibunuh, dan tentaranya melarikan diri dengan kacau balau. Menurut kelihatan, sungguh-sungguh tentara Belanda sudah dihancur leburkan.

Kejadian ini telah menarik perhatian seluruh dunia kepada kerajaan Acheh yang merdeka dan berdaulat lagi kuat itu. Presiden Amerika Serikat, Ulysses S. Grant sengaja mengeluarkan satu pernyataan yang luar biasa menyatakan negaranya mengambil sikap neutral yang adil, yang tidak memihak kepada Belanda atau Acheh, dan ia meminta agar negara-negara lain bersikap sama sebab ia takut perang ini bisa meluas.

Para hari 25 Desember (hari natal), 1873, Belanda menyerang Acheh lagi, untuk kali yang kedua, dengan tentara yang lebih banyak lagi, yang terdiri dari Belanda dan Jawa, dan dengan ini mulailah apa yang dinamakan oleh majalah Amerika "Harper's magazine" sebagai "perang seratus tahun abad ini". Satu perang penjajahan yang paling berlumur darah, dan paling lama dalam sejarah manusia, dimana setengah dari bangsa kami sudah memberikan korban jiwa untuk mempertahankan kemerdekaan kami. Perang kemerdekaan ini sudah diteruskan sampai pecah perang dunia ke-II, delapan orang nenek dari yang menandatangani pernyataan ini sudah gugur sebagai syuhada dalam mempertahankan kemerdekaan kami ini. Semuanya sebagai Wali Negara dan Panglima Tertinggi yang silih berganti dari negara islam Acheh Sumatra.

Tetapi sesudah Perang Dunia ke-II, ketika Hindia Belanda katanya sudah dihapuskan, tanah air kami Acheh Sumatra, tidaklah dikembalikan kepada kami, sebenarnya Hindia Belanda belum pernah dihapuskan. Sebab sesuatu kerajaan tidaklah dihapuskan kalau kesatuan wilayahnya masih tetap dipelihara -sebagai halnya dengan Hindia Belanda, hanya namanya saja yang ditukar dari "Hindia Belanda" menjadi "Indonesia" Jawa, sekarang bangsa Belanda telah digantikan oleh bangsa Jawa sebagai penjajah, bangsa Jawa itu adalah satu bangsa asing dan bangsa seberang lautan kepada kami bangsa Acheh-Sumatera. Kami tidak mempunyai hubungan sejarah, politik, budaya, ekonomi dan geografi (bumi) dengan mereka itu. Kalau hasil dari penaklukan dan penjajahan Belanda tetap dipelihara bulat, kemudian dihadiahkan kepada bangsa Jawa, sebagaimana yang terjadi, maka tidak boleh tidak akan berdiri satu kerajaan penjajahan Jawa diatas tempat penjajahan Belanda. tetapi penjajahan itu, baik dilakukan oleh orang Belanda, Eropah yang berkulit putihm atau oleh orang Jawa, Asia yang berkulit sawo matang, tidaklah dapat diterima oleh bangsa Acheh, Sumatera.

"Penyerahan kedaulatan" yang tidak sah, illegal, yang telah dilakukan oleh penjajah lama, Belanda, kepada penjajah baru, Jawa, adalah satu penipuan dan kejahatan politik yang paling menyolok mata yang pernah dilakukan dalam abad ini: sipenjajah Belanda kabarnya konon sudah menyerahkan kedaulatan atas tanah air kita Acheh, Sumatera, kepada satu "bangsa baru" yang bernama "Indonesia". Tetapi "Indonesia" adalah kebohongan, penipuan, dan propaganda, topeng untuk menutup kolonialisme bangsa Jawa. Sejak mulai dunia terkembang, tidak pernah ada orang, apalagi bangsa, yang bernama demikian, di bagian dunia kita ini. Tidak ada bangsa yang bernama demikian di kepulauan Melayu ini menurut istilah ilmu bangsa (ethnology), ilmu bahasa (philology), ilmu asal budaya (cultural antropology), ilmu masyarakat (sociology) atau paham ilmiah yang lain, "Indonesia" hanya merek baru, dalam bahasa yang paling asing, yang tidak ada hubungan apa-apa dengan bahasa kita, sejarah kita, kebudayaan kita, atau kepentingan kita, "Indonesia" hanya merek baru, nama pura-pura baru, yang dianggap boleh oleh Belanda untuk menggantikan nama "Hindia Belanda" dalam usaha mempersatukan administrasi tanah-tanah rampasannya di dunia Melayu yang amat luas ini, sipenjajah Jawapun tahu dapat menggunakan nama ini untuk membenarkan mereka menjajah negeri orang di seberang lautan. Jika penjajahan Belanda adalah salah, maka penjajahan Jawa yang mutlak didasarkan atas penjajahan Jawa itu tidaklah menjadi benar. Dasar yang paling pokok dari hukum internasional mengatakan: "Ex Injuria Jus Non Oritur"- Hak tidak dapat berasal dari yang bukan hak, kebenaran tidak dapat berasal dari kesalahan, perbuatan legal tidak dapat berasal dari illegal.

Meskipun demikian, bangsa Jawa tetap mencoba menyambung penjajahan Belanda atas kita walaupun Belanda sendiri dan penjajah penjajah barat lainnya sudah mundur, sebab seluruh dunia mengecam penjajahan. Dalam masa tiga-puluh tahun belakangan ini kami bangsa Acheh, Sumatera, sudah mempersaksikan betapa negeri dan tanah air kami telah diperas habis-habisan oleh sipenjajah Jawa; mereka sudah mencuri harta kekayaan kami; mereka sudah merusakkan pencaharian kami; mereka sudah mengacau pendidikan anak kami; mereka sudah mengasingkan pemimpin-pemimpin kami; mereka sudah mengikat bangsa kami dengan rantai kezaliman, kekejaman, kemiskinan, dan tidak peduli: masa hidup bangsa kami pukul rata 34 tahun dan makin sehari makin kurang. Bandingkan ini dengan ukuran dunia yang 70 tahun dan makin sehari makin bertambah, sedangkan Acheh, Sumatera, mengeluarkan hasil setiap tahun bagi sipenjajah Indonesia-Jawa lebih 15 milyar dollar Amerika yang semuanya dipergunakan untuk kemakmuran pulau Jawa dan bangsa Jawa.

Kami, bangsa Acheh, Sumatera, tidaklah mempunyai perkara apa-apa dengan bangsa Jawa kalau mereka tetap tinggal di negeri mereka sendiri dan tidak datang menjajah kami, dan berlagak sebagai "Tuan" dalam rumah kami, mulai saat ini, kami mau menjadi tuan di rumah kami sendiri; hanya demikian hidup ini ada artinya, kami mau membuat hukum dan undang-undang kami sendiri; yang sebagai mana kami pandang baik; menjadi penjamin kebebasan dan kemerdekaan kami sendiri; yang mana kami lebih dari sanggup; menjadi sederajat dengan semua bangsa-bangsa di dunia; sebagaimana nenek moyang kami selalu demikian, dengan pendek: Menjadi berdaulat atas persada tanah air kampung kami sendiri.

Perjuangan kemerdekaan kami penuh keadilan, kami tidak menghendaki tanah bangsa lain- bukan sebagai bangsa Jawa datang merampas tanah kami, tanah kami telah dikaruniai Allah dengan kekayaan dan kemakmuran, kami berniat memberi bantuan untuk kesejahteraan manusia sedunia, kami mengharapkan pengakuan dari anggota masyarakat bangsa-bangsa yang baik, kami mengulurkan persahabatan kepada semua bangsa dan negara dari ke-empat penjuru bumi.

ATAS NAMA BANGSA ACHEH, SUMATERA, YANG BERDAULAT.

Tengku Hasan Muhammad Di TiroKetua, Angkatan Acheh, Sumatera Merdeka dan Wali Negara.

Acheh, Sumatera, 4 Desember 1976


panjang bgt y..mrgreen.Selain itu ada naskah proklamasinya papua pada 1Juli 1971..

PROKLAMASI

Kepada seluruh rakyat Papua, dari Numbai sampai ke Merauke, dari Sorong sampai ke Balim (Pegunungan Bintang) dan dari Biak sampai ke Pulau Adi.

Dengan pertolongan dan berkat Tuhan, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk mengumumkan pada anda sekalian bahwa pada hari ini, 1 Juli 1971, tanah dan rakyat Papua telah diproklamasikan menjadi bebas dan merdeka (de facto dan de jure ).

Semoga Tuhan beserta kita, dan semoga dunia menjadi maklum, bah-wa merupakan kehendak yang sejati dari rakyat Papua untuk bebas dan merdeka di tanah air mereka sendiri dengan ini telah dipenuhi.

Victoria, 1 Juli 1971

Atas nama rakyat dan pemerintah Papua Barat,

Seth Jafet Rumkorem
(Brigadir-Jenderal)

dan yang terakhir proklamasi oleh RMS pada 25 April 1950..

SURAT PROCLAMASI

Memenuhi kemauan jang sungguh, tuntutan dan desakah rakjat Maluku Selatan, maka dengan ini kami proklamir KEMERDEKAAN MALUKU SELATAN, defacto de jure, jang berbentuk Republik, lepas dari pada segala perhubungan ketatanegaraan Negara Indonesia Timur dan R.I.S., beralasan N.I.T. sudah tidah sanggup mempertahankan kedudukannja sebagai Negara Bahagian selaras dengan peraturan2 Mutamar Den Pasar jang masih sjah berlaku, djuga sesuai dengan keputusan Dewan Maluku Selatan tertanggal 11 Maret 1947, sedang R.I.S. sudah bertindak bertentangan dengan keputusan2 K.M.B. dan Undang2 Dasarnja sendiri.

Ambon, 25 April 1950

PEMERINTAH MALUKU SELATAN


kurang lebih itu proklamasinya yang pernah ada di Indonesia,tentu saja yang diakui ada proklamasi oleh Soekarno/Hatta...smile

cuma share informasi aja,semoga bermanfaat..piss-ah

20 Mei 2008



Rayuan Pulau Kelapa
Ciptaan : Ismail Marzuki


Tanah airku Indonesia
Negeri elok amat kucinta
Tanah tumpah darahku yang mulia
Yang kupuja sepanjang masa

Tanah airku aman dan makmur
Pulau kelapa yang amat subur
Pulau melati pujaan bangsa
Sejak dulu kala

Reff:

Melambai lambai
Nyiur di pantai
Berbisik bisik
Raja Kelana

Memuja pulau
Nan indah permai
Tanah Airku
Indonesia


Sebuah lagu yang akhir-akhir ini sering saya dengar. Namun pada awalnya saya bahkan tidak mengetahui judulnya,wah saya ini payah emng biggrin...Terlepas dari itu,lagu ini memang mempunyai makna yang mendalam, Indonesia yang aman dan makmur...Yang sampai saat ini menurut saya,masih jauh dari isi lagu tersebut..smile

Tepat seratus tahun peringatan hari kebangkitan Indonesia diperingati hari ini,Selasa 20 Mei 2008(1908-2008). Banyak sekali acara yang diadakan guna memperingati hari kebangkitan nasional kali ini. Serentetan acara yg digalangkan oleh pemerintah Indonesia ataupun yang lain.Acara yang boleh dibilang bagus, paling tidak untuk memberi semangat persatuan dan nasionalisme di negeri yang sedang dilanda krisis kebangsaan ini...smile.Seharusnya ini menjadi semacam pemacu bagi bangsa yang besar ini agar tidak terus berlarut-larut dalam keterpurukan...

Banyak PR yang belum diselesaikan oleh bangsa ini,yang seharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara.

mudah-mudahan ini bukan hanya sebagai perayaan semata namun juga diiringi langkah nyata untuk mewujudkan impian kita bersama.

INDONESIA pasti bisa..!!!

maju terus Indonesiaku..!!lega




agree5

Udah pada tau belum??

tulisan berikut ini dikutip dari harian Suara Merdeka hari Jumat, tanggal 18 Agustus 1995, halaman VII, dalam rangka memperingati 50 tahun kemerdekaan Indonesia. Sebuah refleksi sejarah yang kalo boleh dibilang unik dan menurut saya merupakan suau hiburan di tengah-tengah masalah yang tidak kunjung berhenti,hehe...

Revolusi Kemerdekaan Indonesia disebut sebagai revolusi dari kamar tidur?


Terdengar aneh memang dan mengada-ada,tapi inilah yang memang terjadi. Ceritanya Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. "Pating greges", keluh Bung Karno setelah dibangunkan dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah.
"Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!", ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya. Masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai..awal kemerdekaan bangsa Indonesia...

Perjalanan Indonesia

Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sekaral yang dinanti-nanti selama lebih dari tiga ratus tahun!
***********************
Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar "orang Indonesia asli". Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu.
"Orang Indonesia asli" pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993).
***********************
Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah! Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak) serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei).
************************
Hubungan antara revolusi Indonesia dan Hollywood, memang dekat. Setiap 1 Juni, selalu diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila semasa Presiden Soekarno.
Pada 1956, peristiwa tersebut "hampir secara kebetulan" dirayakan di sebuah hotel Hollywood.
Bung Karno saat itu mengundang aktris legendaris, Marylin Monroe, untuk sebuah makan malam di Hotel Beverly Hills, Hollywood. Hadir di antaranya Gregory Peck, George Murphy dan Ronald Reagan (25 tahun kemudian menjadi Presiden AS). Yang unik dari pesta menjelang Hari Lahir Pancasila itu, adalah kebodohan Marilyn dalam hal protokol. Pada pesta itu, Maryln menyapa Bung Karno bukan dengan "Mr President" atau "Your Excellency", tetapi dengan "Prince Soekarno!"
*************************
Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, "Tahun Vivere Perilocoso" (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah film The Year of Living Dangerously. Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan asing di Indonesia pada 1960-an. Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk kategori film asing!
*************************
Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik.
Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.
************************
Ketika tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa 9 Juli 1942 siang bolong, Bung Karno mengeluarkan komentar pertama yang janggal didengar. Setelah menjalani pengasingan dan pembuangan oleh Belanda di luar Jawa, Bung Karno justru tidak membicarakan strategis perjuangan menentang penjajahan. Masalah yang dibicarakannya, hanya tentang sepotong jas!
"Potongan jasmu bagus sekali!" komentar Bung Karno pertama kali tentang jas double breast yang dipakai oleh bekas iparnya, Anwar Tjikoroaminoto, yang menjemputnya bersama Bung Hatta dan segelintir tokoh nasionalis.
*************************
Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda. Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat. Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang. Byuuur...
***************************
Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar.
Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?
****************************
Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara rahasia. Bung Hatta memakai paspor dengan nama "Abdullah, co-pilot".
Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji Desai. Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi. Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Gandhi mengetahui perjuangan Hatta.
Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa "Abdullah" itu adalah Mohammad hatta. Apa reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya. "You are a liar !" ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru
****************************
Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya", WR Soepratman (wafat 1937) dan pencetus ilmu bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk (wafat 1894) meninggal dunia.
***************************
Bendera Merah Putih dan perayaan tujuh belasan bukanlah monopoli Indonesia. Corak benderanya sama dengan corak bendera Kerajaan Monaco dan hari kemerdekaannya sama dengan hari proklamasi Republik Gabon (sebuah negara di Afrika Barat) yang merdeka 17 Agustus 1960.
****************************
Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta berjuang, tidak memberi imbalan yang cukup untuk mengenang co-proklamator Indonesia. Sampai detik ini, tidak ada "Jalan Soekarno-Hatta" di ibu kota Jakarta. Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai 1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan memakai nama mereka.
****************************
Gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya selama 41 tahun! Sebab, baru 1986 Permerintah memberikan gelar proklamator secara resmi kepada mereka.
****************************
Kalau saja usul Bung Hatta diterima, tentu Indonesia punya "lebih dari dua" proklamator. Saat setelah konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia rampung disusun di rumah Laksamana Maeda, Jl Imam Bonjol no 1, Jakarta, Bung Hatta mengusulkan semua yang hadir saat rapat din hari itu ikut menandatangani teks proklamasi yang akan dibacakan pagi harinya. Tetapi usul ditolak oleh Soekarni, seorang pemuda yang hadir. Rapat itu dihadiri Soekarno, Hatta dan calon proklamator yang gagal : Achmad Soebardjo, Soekarni dan Sajuti Melik.
"Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak mau", gerutu Bung Hatta karena usulnya ditolak.
****************************
Perjuangan frontal melawan Belanda, ternyata tidak hanya menelan korban rakyat biasa, tetapi juga seorang menteri kabinet RI. Soepeno, Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta, merupakan satu-satunya menteri yang tewas ditembak Belanda.
Sebuah ujung revolver, dimasukkan ke dalam mulutnya dan diledakkan secara keji oleh seorang tentara Belanda. Pelipis kirinya tembus kena peluru. Kejadian tersebut terjadi pada 24 Februari 1949 pagi di sebuah tempat di Kabupaten Nganjuk , Jawa Timur. Saat itu, Soepeno dan ajudannya sedang mandi sebuah pancuran air terjun.
****************************
Belum ada negara di dunia yang memiliki ibu kota sampai tiga dalam kurun waktu relatif singkat. Antara 1945 dan 1948, Indonesia mempunyai 3 ibu kota, yakni Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948) dan Bukittinggi (1948-1949).
****************************
Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Jenderal Soedirman, pada kenyatannya tidak prnah menduduki jabatan resmi di kabinet RI.
Beliau tidak pernah menjadi KSAD, Pangab, bahkan menteri pertahanan sekalipun!
****************************
Wayang ternyata memiliki simbol pembawa sial bagi rezim yang memerintah Indonesia. Betapa tidak, pada 1938-1939, Pemerintah Hindia Belanda melalui De Javasche Bank menerbitkan uang kertas seri wayang orang dan pada 1942, Hindia Belanda runtuh dikalahkan Jepang.
Pada 1943, Pemerintah Pendudukan Jepang menerbitkan uang kertas seri wayang Arjuna dan Gatotkoco dan 1945, Jepang terusir dari Indonesia oleh pihak Sekutu.
Paa 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan uang kertas baru seri wayang dengan pecahan Rp 1 dan Rp 2,5 dan 1965 menjadi awal keruntuhan pemerintahannya menyusul peristiwa G30S/PKI.
*****************************
Perintah pertama Presiden Soekarno saat dipilih sebagai presiden pertama RI, bukanlah membentuk sebuah kabinet atau menandatangani sebuah dekret, melainkan memanggil tukang sate !!!
Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang, setelah terpilih secara aklamasi sebagai presiden. Kebetulan di jalan bertemu seorang tukang sate bertelanjang dada dan nyeker (tidak memakai alas kaki).
"Sate ayam lima puluh tusuk!", perintah Presiden Soekarno.
Disantapnya sate dengan lahap dekat sebuah selokan yang kotor. Dan itulah, perintah pertama pada rakyatnya sekaligus pesta pertama atas pengangkatannya sebagai pemimpin dari 70 juta jiwa lebih rakyat dari sebuah negara besar yang baru berusia satu hari.
*****************************
Kita sudah mengetahui, hubungan antara Bung Karno dan Belanda tidaklah mesra. Tetapi Belanda pernah memberikan kenangan yang tak akan pernah dilupakan oleh Bun Karno.
Enam hari menjelang Natal 1948, Belanda memberikan hadiah Natal di Minggu pagi, saat orang ingin pergi ke gereja, berupa bom yang menghancurkan atap dapurnya. Hari itu, 19 Desember 1948, ibu kota Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.
******************************
Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri RI pertama, menjadi orang Indonesia yang memiliki prestasi "luar biasa" dan tidak akan pernah ada yang menandinginya. Waktu beliau wafat 1966 di Zurich, Swiss, statusnya sebagai tahanan politik. Tetapi waktu dimakamkan di Jakarta beberapa hari kemudian, statusnya berubah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.



Pandawa

Belum komplit rasanya ketika membahas Mahabarata dan Korawa tanpa memasukkan Pandhawa yang merupakan tokoh sentral dalam cerita ini.

Pandawa

Pandawa adalah sebuah kata dari bahasa Sansekerta (Devanagari: पाण्डव; dieja Pāṇḍava), yang secara harafiah berarti anak "Pāṇḍu" (Pandu), yaitu salah satu Raja Hastinapura dalam wiracarita Mahabharata. Dengan demikian, maka Pandawa merupakan putera mahkota kerajaan tersebut. Dalam wiracarita Mahabharata, para Pandawa adalah protagonis sedangkan antagonis adalah para Korawa, yaitu putera Dretarastra, saudara ayah mereka (Pandu). Menurut susastra Hindu (Mahabharata), setiap anggota Pandawa merupakan penjelmaan (penitisan) dari Dewa tertentu, dan setiap anggota Pandawa memiliki nama lain tertentu. Misalkan nama "Werkodara" arti harafiahnya adalah "perut serigala". Kelima Pandawa menikah dengan Dropadi yang diperebutkan dalam sebuah sayembara di Kerajaan Panchala, dan memiliki (masing-masing) seorang putera darinya.

Para Pandawa merupakan tokoh penting dalam bagian penting dalam wiracarita Mahabharata, yaitu pertempuran besar di daratan Kurukshetra antara para Pandawa dengan para Korawa serta sekutu-sekutu mereka. Kisah tersebut menjadi kisah penting dalam wiracarita Mahabharata, selain kisah Pandawa dan Korawa main dadu.

Silsilah Pandawa
Para Pandawa terdiri dari lima orang pangeran, tiga di antaranya (Yudistira, Bima, dan Arjuna) merupakan putera kandung Kunti, sedangkan yang lainnya (Nakula dan Sadewa) merupakan putera kandung Madri, namun ayah mereka sama, yaitu Pandu.

Menurut tradisi Hindu, kelima putra Pandu tersebut merupakan penitisan tidak secara langsung dari masing-masing Dewa. Hal tersebut diterangkan sebagai berikut:
Yudistira penitisan dari Dewa Yamaraja, Dewa keadilan dan kebijaksanaan;
Bima penitisan dari Dewa Bayu, penguasa angin;
Arjuna penitisan dari Dewa Indra, penguasa Surga;
Nakula dan Sadewa penitisan dari Dewa kembar Aswin, Dewa pengobatan.

disini saya akan mencoba membahas satu persatu dari pandhawa lima tersebut,..

Yudhistira

Yudhistira merupakan saudara para Pandawa yang paling tua. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Yama dan lahir dari Kunti. Sifatnya sangat bijaksana, tidak memiliki musuh, dan hampir tak pernah berdusta seumur hidupnya. Memiliki moral yang sangat tinggi dan suka mema’afkan serta suka mengampuni musuh yang sudah menyerah. Memiliki julukan Dhramasuta (putera Dharma), Ajathasatru (yang tidak memiliki musuh), dan Bhārata (keturunan Maharaja Bharata). Ia menjadi seorang Maharaja dunia setelah perang akbar di Kurukshetra berakhir dan mengadakan upacara Aswamedha demi menyatukan kerajaan-kerajaan India Kuno agar berada di bawah pengaruhnya. Setelah pensiun, ia melakukan perjalanan suci ke gunung Himalaya bersama dengan saudara-saudaranya yang lain sebagai tujuan akhir kehidupan mereka. Setelah menempuh perjalanan panjang, ia mendapatkan surga.

Bima

Bima merupakan putera kedua Kunti dengan Pandu. Nama bhimā dalam bahasa Sansekerta memiliki arti "mengerikan". Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Bayu sehingga memiliki nama julukan Bayusutha. Bima sangat kuat, lengannya panjang, tubuhnya tinggi, dan berwajah paling sangar di antara saudara-saudaranya. Meskipun demikian, ia memiliki hati yang baik. Pandai memainkan senjata gada dan pandai memasak. Bima juga gemar makan sehingga dijuluki Werkodara. Kemahirannya dalam berperang sangat dibutuhkan oleh para Pandawa agar mereka mampu memperoleh kemenangan dalam pertempuran akbar di Kurukshetra. Ia memiliki seorang putera dari ras rakshasa bernama Gatotkaca, turut serta membantu ayahnya berperang, namun gugur. Akhirnya Bima memenangkan peperangan dan menyerahkan tahta kepada kakaknya, Yudistira. Menjelang akhir hidupnya, ia melakukan perjalanan suci bersama para Pandawa ke gunung Himalaya. Di sana ia meninggal dan mendapatkan surga.

Arjuna

Arjuna merupakan putera bungsu Kunti dengan Pandu. Namanya (dalam bahasa Sansekerta) memiliki arti "yang bersinar", "yang bercahaya". Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Indra, Sang Dewa perang. Arjuna memiliki kemahiran dalam ilmu memanah dan dianggap sebagai ksatria terbaik oleh Drona. Kemahirannnya dalam ilmu peperangan menjadikannya sebagai tumpuan para Pandawa agar mampu memperoleh kemenangan saat pertempuran akbar di Kurukshetra. Arjuna memiliki banyak nama panggilan, seperti misalnya Dhananjaya (perebut kekayaan – karena ia berhasil mengumpulkan upeti saat upacara Rajasuya yang diselenggarakan Yudistira); Kirti (yang bermahkota indah – karena ia diberi mahkota indah oleh Dewa Indra saat berada di surga); Partha (putera Kunti – karena ia merupakan putera Pritha alias Kunti). Dalam pertempuran di Kurukshetra, ia berhasil memperoleh kemenangan dan Yudistira diangkat menjadi raja. Setelah Yudistira mangkat, ia melakukan perjalanan suci ke gunung Himalaya bersama para Pandawa dan melepaskan segala kehidupan duniawai. Di sana ia meninggal dalam perjalanan dan mencapai surga.

Nakula

Nakula merupakan salah satu putera kembar pasangan Madri dan Pandu. Ia merupakan penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin, Sang Dewa pengobatan. Saudara kembarnya bernama Sadewa, yang lebih kecil darinya, dan merupakan penjelmaan Dewa Aswin juga. Setelah kedua orangtuanya meninggal, ia bersama adiknya diasuh oleh Kunti, istri Pandu yang lain. Nakula pandai memainkan senjata pedang. Dropadi berkata bahwa Nakula merupakan pria yang paling tampan di dunia dan merupakan seorang ksatria berpedang yang tangguh. Ia giat bekerja dan senang melayani kakak-kakaknya. Dalam masa pengasingan di hutan, Nakula dan tiga Pandawa yang lainnya sempat meninggal karena minum racun, namun ia hidup kembali atas permohonan Yudistira. Dalam penyamaran di Kerajaan Matsya yang dipimpin oleh Raja Wirata, ia berperan sebagai pengasuh kuda. Menjelang akhir hidupnya, ia mengikuti pejalanan suci ke gunung Himalaya bersama kakak-kakaknya. Di sana ia meninggal dalam perjalanan dan arwahnya mencapai surga.

Sadewa

Sadewa merupakan salah satu putera kembar pasangan Madri dan Pandu. Ia merupakan penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin, Sang Dewa pengobatan. Saudara kembarnya bernama Nakula, yang lebih besar darinya, dan merupakan penjelmaan Dewa Aswin juga. Setelah kedua orangtuanya meninggal, ia bersama kakaknya diasuh oleh Kunti, istri Pandu yang lain. Sadewa adalah orang yang sangat rajin dan bijaksana. Sadewa juga merupakan seseorang yang ahli dalam ilmu astronomi. Yudistira pernah berkata bahwa Sadewa merupakan pria yang bijaksana, setara dengan Brihaspati, guru para Dewa. Ia giat bekerja dan senang melayani kakak-kakaknya. Dalam penyamaran di Kerajaan Matsya yang dipimpin oleh Raja Wirata, ia berperan sebagai pengembala sapi. Menjelang akhir hidupnya, ia mengikuti pejalanan suci ke gunung Himalaya bersama kakak-kakaknya. Di sana ia meninggal dalam perjalanan dan arwahnya mencapai surga.


hmm..mungkin cukup sekian dulu dari dunia pewayangan..
akhrnya bisa update lagi meskipun uda lama ga keurus ni blognya..:)


Lifescapes

random thoughts and passion of my life

About Me

My Photo
bhagas
sleep deprived person
View my complete profile

Blog Archive