Drupadi istri siapa ??


Ide membuat tulisan kali ini datang dari seorang teman yang tiba-tiba mengirim pesan kepada saya, dan bertanya kepada saya, "Siapakah suami dari Drupadi ?? ", karena memang saya sendiri agak samar mengetahui tokoh wayang yang satu ini. Ada satu cerita yang saya tau, bahwa Dewi Drupadi merupakan istri seorang Yudhistira, ternyata cerita tidak sampai di situ. Karena cerita yang saya ketahui merupakan sebuah cerita Mahabarata versi jawa, yang disadur dari India. Alhasil mulailah saya mengingat dan mencari tau ttg sosok dewi yang satu ini.


Puteri cantik keturunan Dewi Api ini merupakan seorang anak dari Prabu Drupada yang merupakan raja kerajaan Pancala. Singkat cerita, Drupadi dijadikan hadiah sayembara lomba memanah yang diadakan oleh ayahnya. Para peserta dari seluruh negeri pun berkumpul mengikuti sayembara ini, termasuk para Pandhawa dan Karna.  


Para peserta pun mencoba untuk memanah sasaran di arena, namun satu per satu gagal.Karna berhasil melakukannya, namun Drupadi yang puteri seorang raja menolaknya dengan alasan bahwa ia tidak mau menikah dengan putera seorang kusir, padahal sebenarnya Karna merupakan anak dari Kunti yang juga ibu dari Pandhawa. Karna pun kecewa dan perasaannya sangat kesal. Setelah Karna ditolak, Arjuna tampil ke muka dan mencoba memanah sasaran dengan tepat. Panah yang dilepaskannya mampu mengenai sasaran dengan tepat, dan sesuai dengan persyaratan, maka Dewi Drupadi berhak menjadi miliknya. Pandhawa pun pulang dengan hadiah yang diperolehnya. Sesampai dirumah, tanpa mengetahui hadiah sayembara tersebut, Kunthi pun meminta agar hadiah tersebut dibagi secara rata kepada kelima Pandhawa. Ketika akhirnya tau, Kunthi pun tidak ingin berbohong dan menarik kata-katanya, akhirnya Drupadi pun menjadi istri Pandhawa. Drupadi bergiliran setiap setaun menjadi istri kelima Pandhawa tersebut. Drupadi memiliki keturunan dari kelima Pandhawa yang diberi nama Pancawala :
  1. Pratiwinda (dari hubungannya dengan Yudhistira)
  2. Sutasoma (dari hubungannya dengan Bima)
  3. Srutakirti (dari hubungannya dengan Arjuna)
  4. Satanika (dari hubungannya dengan Nakula)
  5. Srutakama (dari hubungannya dengan Sadewa)

Cerita yang saya paparkan tadi merupakan cerita versi India dimana memang poliandri menjadi hal umum disana. Namun ketika masuk ke daerah Jawa dimana hal ini tidak lazim, Drupadi menjadi istri Yudhistira saja. 


Demikian sekilas tulisan mengenai Drupadi, mungkin ada yang salah atau kurang tepat bisa didiskusikan lagi. Dunia Wayang memang selalu menarik :)

Danau Toba



Sebuah posting yang boleh dibilang terlambat....masih seputar cerita saya dari perjalanan ke Medan beberapa waktu yang lalu. Tidak puas rasanya ketika bertugas di kota ini tidak jalan-jalan ke sebuah objek wisata yang sudah dikenal banyak orang, Danau Toba. Sebuah Danau yang sudah terkenal dengan keindahannya dan merupakan danau terbesar di dunia. 

Memakan waktu yang cukup lama jika kita akan menuju Danau Toba dari Medan, kurang lebih sekitar 5 jam perjalanan dari kota Medan. Kami mulai perjalanan sore hari dari kota Medan dan sampai di Danau Toba tengah malamnya. Sejenak jalan-jalan disekitar penginapan namun akhirnya, kami memutuskan untuk tidur dan bangun di pagi hari untuk melihat matahari terbit.


Keesokan paginya kamipun bergegas melihat matahari terbit. Jam 6 pagi kami sudah keluar dari kamar dan mencari posisi yang pas untuk melihatnya. Namun ternyata, tempat kami kurang strategis untuk melihat matahari terbit, kamiupun berpindah tempat agak lebih tinggi demi bisa melihat matahari terbit di Danau Toba. Padang rumput dan semak belukar pun kami lewati ketika sudah sampai di daerah yang agak lebih tinggi. Sebuah pemandangan yang luar biasa melihat matahari terbit dari tempat ini :)




sesaat sebelum matahari terbit


Toba dari bukit


Setelah beberapa saat berfoto diatas.kamipun turun untuk meikmati keindahan danau, dan saarapan pagi..sayang, kita tidak sempat berkunjung ke P. Samosir karena terbatasnya waktu, mungkin lain kali kalo ada waktu akan berkunjung ketempat ini lagi :)

Pada kunjungan selanjutnya..saya berniat mengunjungi Brastagi, namun ternyata jalan menuju sana baru saja longsor..apaboleh dikata memang belom berjodoh jalan2 di kota Medan lagi :D Semoga nantinya bisa berkunjung kembali.

Horas !!









Jakarta - Medan



Jakarta, sebuah kota dimana banyak orang mencoba peruntungan nasib disana. Tidak sedikit orang yg menuju Jakarta untuk mengais rejeki. Jumlah pendatang pun semakin banyak, dan saya merupakan salah satunya. Meskipun pada awalnya tidak ingin berada di kota satu ini, tapi apa boleh dikata, nasib membawa saya kesini dan bekerja disini. Yang penting semua wajib disyukuri.

Setelah beberapa lama di Jakarta, memang semuanya terlihat padat dan kacau (*memang itu adanya haha). Dari macet, angkot atau kopaja yang cari penumpang berhenti sembarangan, orang nyebrang jalan kaya gak takut mati, dan pengemudi baik motor atau mobil yang kadang seenaknya. Ya itulah warna warni jakarta.


Menariknya memang di kota ini,dimana pusat ekonomi dan pemerintahan jadi satu, banyak sekali event yang jarang kita temui di kota lain, seperti festival film,seni ataupun yang lain. Informasi gampang sekali diperoleh di kota ini(* ya iyalah). Hal yang agak susah ketika kita berada di daerah, meskipun tidak semua kota, kurang event yang berkualitas, baik itu tentang pendidikan,budaya atau yang lain serta tidak jarang kita ketinggalan informasi meskipun sekarang kita berada di era internet. 

Beberapa hari yang lalu saya sempat berkunjung ke kota Medan, yang awalnya saya pikir berbeda dari Jakarta, ehh ternyata tidak jauh beda dari Jakarta, macet memang tidak separah Jakarta, dan memang semua kendaraan berebut melewati jalan, tapi macetnya "kacau" (bukannya macet emang selalu kacau ya??haha). Maksud saya, yang saya lihat kalau di Jakarta macet itu "sedikit" teratur, kendaraan masih sabar menanti(karena uda terbiasa kali ya?) nah kalo di kota Medan, susah ditemuin yang kaya gini. Ya itu sekedar pendapat saya yang baru 2x berkunjung ke kota Medan,  mudah-mudahan ada itikad baik dari pemerintah untuk membenahi masalah-masalah seperti ini, karena memang indikasinya kota-kota besar di Indonesia arah masalahnya saya pikir tidak jauh beda, macet, padatnya jumlah penduduk, dan kesejahteraan masyarakatnya. Untuk solusi dan penanganan, saya pikir sudah banyak ahli yang mampu untuk memecahkan masalah ini, tinggal mau atau tidak pemerintah untuk melakukannya?


Akhir kata, jadi ingat lagu "Siapa Suruh Datang Jakarta ? " Ya ini lah Jakarta dan orang2 yang memutuskan untuk bergelut didalamnya :)





The Crusaders



Hi everyone !
in this post, I just want to share a group band that I listen a lot nowadays..The Crusaders

The Crusaders are an American music group popular in the early 1970s for their jazz, pop and soul sound.


Got their album when i was searching for some old music, with a mix of funk and soul.From 1961 to present more than forty albums have been credited to the group (some live and compilations), 19 of which were recorded under the name “The Jazz Crusaders” (1961-1970).

this is one of their song..enjoy ! :)



time travelers got caught on camera!

well..actually i don't know if this picture was true or not. We always wondering about time travel. Maybe it's exciting if we can travel around time forward and backward. You can believe this or not but here is the list of the three most recent puppies you can call pieces of evidence for time travel or you cannot.

1. Printed T-shirt, Sun Shades and Multi Zoom Camera in 1940


This photo is officially available at one of Canadian museum's website. It features a scene from the re-opening of a freshly reconstructed bridge, back in 1940. I think you can easily find on this photo someone who looks like to be not a very good fit for 1940s, wearing a printed T-shirt which got patented and went in mass production not earlier than 1960s, eyeshades that just appeared at that time, but didn't get that form factor yet and holding something that appears to be a camera with lens that were not introduced earlier than late 1950s. And also he is taller than anyone else there. What's that - a coincidence? Look closely once again


2. A PDA, Laptop, and Cell Phone Over 70 Years Ago

Second one comes from Russia. They have beautiful subway stations in big cities like Moscow that were previously build by communist leaders' personal orders and were thought to become pieces of artwork to awe the tourists and simple Soviet people who came to Moscow from smaller Russian towns. People say that they really hold their breath when found themselves for the first time inside a Moscow metro. And on one of the stations there is something that can get to hold your air even nowadays. This large mosaic panel features some scene from early Communist age of Soviet Empire, it stays there untouched already for 70 years, since early 1930s and look what they've got there!


look closely once again

Someone holding something looking like a touchscreen PDA with a bigger laptop ahead of him talking on cell phone?

3. An Astronaut in 1700

If you still can say I didn't get you think those two above can be for real and rather just some pure coincidence, bad angle and wild imagination result, then I've got one real smoking gun for ya. Look at this one, please. Found on one of the pillars of Salamanca Cathedral, a church that was started in 16th century and completed in later 18th century, way before the glorious age of modern day space exploration era. Some might say it was added later or a result of a bad joke, but listen, is that really easy to add something to a cathedral that is being considered a historical relic and nobody is let to alter its look, especially with such unholy plot lines.


the bigger picture


it's up to you to believe it or not. This things amazed me.

original site

Obrolan sana sini

Yang namanya sebuah pengalaman atau pelajaran baru memang bisa saja hadir dimana saja dan kapan saja.

Malam itu seperti biasa, saya mencari makanan disekitar komplek karena memang sedang malas untuk keluar lebih jauh. Setelah beberapa saat berputar-putar akhinya ada penjual sate yg memang sedang ada disitu. Ya akhirnya saya memesan sate untuk makan malam.


Sambil menunggu sate matang, kamipun ngobrol kesana kemari. Sampe akhirnya abang yg jual sate bilang "Mas, mahasiswa itu kok goblok-goblok ya?kok pikirannya kerja terus sama orang.." dari situ langsung dilanjut "..kok gak ada kepikiran mandiri?tiap lulus pengennya kerja di perusahaan,jadi pegawai atau yg lain.." setelah itu cak penjual sate bercerita bahwa dia dulu juga pernah kerja sama orang tapi dari situ dia cmn mengambil ilmunya saja. Dengan sedikit modal nekat akhirnya abang penjual sate tadi berani membuka sendiri usahanya dan diapun selalu berusaha bersyukur atas semuanya..

Itu tadi sedikit cerita saya dari penjual sate. Lain lagi ketika saya jogging pagi di stadion its. Hal yg biasa saya lakukan paling tidak 2-3 kali seminggu. Dimana saya banyak joging ditemani orang-orang yang sudah berumur (kemana anak mudanya??).

Setelah berputar-putar lintasan stadion, akhirnya saya pun istirahat. Karena masih ingin berada disana, maka saya pun berputar-putar dan akhirnya bertemu dengan salah seorang penjaga stadion yang baru saya lihat dan akhirnya kami ngobrol kesana kemari. Singkat cerita beliau mempunyai usaha berjualan apel tapi sedang ditinggalkanya dan akhirnya memilih untuk masuk menjadi pegawai di its karena menginginkan pendapatan yg stabil. Ada sedikit rasa kecewa kenapa usaha tersebut ditinggal tapi beliau berusaha untuk menjalankan usahanya lagi yang memang mempunyai profit lebih besar meskipun tidak stabil.

dari ngobrol ini saja paling tidak sudah memberikan pengalaman baru bagi saya. Seringkali memang kita terpaku untuk masuk ke perusahaan perusahaan besar dengan gaji yang lumayan dan boleh dibilang stabil. Tetapi pasti ada terlintas di pikiran kita untuk mempunyai usaha meskipun pada akhirnya hanya sebatas pemikiran saja. Dari obrolan tersebut saya merasa sedikit "tertampar" karena ketidakberanian saya dalam melakukan sesuatu. Kalau boleh dibilang kalah sama bapak-bapak yg saya ajak ngobrol diatas tadi. Paling tidak sebagai seseorang yang mengenyam pendidikan sedikit lebih tinggi harusnya lebih berani dalam melakukan sesuatu. Kita harus percaya bahwasanya kita bisa. Seperti kata-kata favorit di sebuah buku yang menjadi best seller
"Man Jadda Wa Jadda" yang artinya kurang lebih "barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkannya"


Kita pasti bisa kawan!

Children and War

At this age...they are not supposed to do this...






make peace..not war..

Lifescapes

random thoughts and passion of my life

About Me

My Photo
bhagas
sleep deprived person
View my complete profile

Blog Archive