Beberapa bulan belakangan menjadi bulan yg berwarna bagi saya pribadi. Mengunjungi berbagai tempat di Indonesia, mengagumi ciptaan-Nya serta mencoba menyegarkan kembali pikiran diantara padatnya rutinitas kerja dan kehidupan kota Jakarta.
Kami menggunakan kapal yang sudah dicarter sebelumnya, perjalanan pertama kali adalah mengunjungi pulau Sebuku, yang tidak jauh dari dermaga Canti. Disini kita bisa melihat hamparan pasir putih dan laut yang masih bening, tidak terlalu banyak campur tangan manusia yang ada di pulau ini sehingga keindahannya masih sangat terjaga. Di pulau ini ada beberapa teman kami yang bersnorkel ria, ada pula yg berburu foto. Tidak lama waktu kami lanjutkan di pulau ini, karena tujuan selanjutnya sudah menanti yaitu pulau Umang, disini juga merupakan spot yang bagus untuk snorkeling. Selesai bermain di laut, banyak teman yang tertidur di kapal, karena hari menjelang siang, kamipun menuju pulau Sebesi untuk bersih diri dan makan siang.
Setelah acara makan siang dan mandi, perjalanan pun dilanjutkan untuk menuju Anak Gunung Krakatau. Disinilah akhirnya nanti kami memutuskan untuk mendirikan tenda dan bermalam di pinggir pantai. Dalam perjalanan kesana pun terlihat bahwa gunung yang satu ini merupakan gunung yang aktif, tidak jarang letusan abu atau batu sering terlihat, dengan asap dan awan yg menjulang tinggi di angkasa. Menjelang senja kami sampai di Anak Karakatau, cobalah naik sedikit, menuju ke arah barat agar dapat menikmati indahnya sunset disini, dari sini pula anda dapat menikmati pemandangan sekitar Krakatau dan pulau-pulau yang mengelilinginya.
Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan bakar ikan, memasak makanan, atau sekadar tiduran di pantai menikmat malam di pantai. Sebuah suasana yang indah dengan langit yang cerah sehingga anda bisa menyaksikan banyaknya bintang di langit. Keesokan paginya, bangunlah lebih awal agar dapat melihat indahnya matahari terbit. Jangan lupa untuk naik sedikit di punggung Krakatau agar pemandangan lebih jelas terlihat.
Ada pengalaman menarik ketika saya dan beberapa teman naik ke punggung Anak Krakatau, untuk menikmati momen matahari terbit, setelah asik foto-foto, mengobrol dan mencoba mengekplorasi keindahan gunung yang satu ini, tiba-tiba saja Krakatau terbangun dari tidurnya dan melemparkan awan dan debu panas serta batu pijar kemerahan dari dalam perutnya, sontak kami yang berada sangat dekat disanapun berlari turun agar tidak terkena "batuk" Krakatau. Tapi memang dasarnya maniak foto, dan penikmat momen tertentu, tetap saja kita berfoto di momen langka ini, sambil terus berlari turun kebawah. Alhamdulillah kami bisa turun dengan selamat tanpa terkendala apapun.
Akhir kata perjalanan ini sungguh berkesan, karena tidak hanya cerita yang ada selama perjalanan, namun juga keindahan yang masih alami serta teman seperjalanan yang luar biasa. Meskipun saya baru sampai di rumah pada senin pukul 05.00 pagi, tapi saya puas dengan perjalanan saya kali ini.
Berikut sedikit rincian biaya secara kasar untuk kesana:













.jpg)

.jpg)

.jpg)
